Book Lover
Fitri Belajar Memahami Dunia Lewat Buku
Ada tiga buku paling paling berkesan bagi Nurfaiqoh Fitri, salah satunya Laut Bercerita karya Leila S Chudori.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Berbicara soal favorit, ada beberapa karya yang benar-benar berkesan baginya, untuk novel ada As Long as the Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh, Tentang Kamu karya Tere Liye dan The Little Prince (Le Petit Prince) karya Antoine de Saint-Exupéry. "Ketiganya menghadirkan kisah yang berbeda tapi sama-sama menyentuh tentang kehilangan, cinta, perjuangan, dan makna kemanusiaan," terangnya.
Adapun untuk buku self improvement dan reflection, top 3 versinya adalah The Things You Can See Only When You Slow Down karya Haemin Sunim, How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie, setta PATA karya Mun Ka-young.
"Buku-buku itu sangat membantu aku belajar untuk hidup dengan lebih tenang, berhubungan dengan orang lain secara lebih bijak, dan terus bertumbuh sebagai individu yang berproses setiap hari," tukasnya.
Baginya, membaca juga membuat pikiran lebih terbuka, kreatif, dan reflektif. Ia merasa lebih tenang, lebih peka terhadap sekitar, dan lebih siap menghadapi berbagai hal dalam hidup. Intinya, membaca bukan cuma menambah pengetahuan, tapi juga menumbuhkan empati dan kedewasaan dalam diri.
"Aku suka memilih buku dengan hati-hati dan menghabiskan waktu berjam-jam di toko buku offline maupun online bukan hanya karena sampulnya menarik, tapi juga karena isi dan pesan di dalamnya terasa bermakna. Jadi setiap kali belanja buku, rasanya seperti menambah teman baru yang akan menemaniku dalam berbagai suasana," alasannya.
Koleksi bukunya mulai dari KKPK sampai komik yang sudah dia kumpulkan sejak kecil. Selain itu, ia juga punya beberapa buku self improvement yang biasanya dibaca saat ingin belajar hal baru tentang pengembangan diri.
Menurut Fitri, kunci agar betah membaca adalah menemukan bacaan yang benar-benar disukai.
"Jangan paksakan membaca sesuatu hanya karena sedang populer, mulai saja dari genre yang bikin kita nyaman dan penasaran," kata Duta Pembicara Muda Indonesia Batch 2 2025 ini.
Selain itu, ciptakan suasana membaca yang tenang dan menyenangkan. Misalnya dengan membuat pojok baca kecil, menyalakan aroma lilin, atau ditemani secangkir teh hangat.
"Aku juga suka membaca sambil mendengarkan musik instrumental supaya lebih rileks," tukasnya.
Dan yang paling penting, nikmati prosesnya. Jangan mengejar berapa banyak buku yang dibaca, tapi rasakan makna dari setiap halaman.
Kalau sudah begitu, membaca bukan lagi kewajiban tapi jadi media beristirahat yang menenangkan. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Nurfaiqoh-Fitri.jpg)