Book Lover
Dewi Miliki Lingkungan yang Saling Mendukung untuk Berbagi
Selain antologi puisi dari event penerbit minor yang diikuti, Dewi juga kerap menulis catatan reflektif dan puisi-puisi pendek yang ia bagikan di IG.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Beberapa kali menjadi penulis terpilih dan menyelesaikan tantangan 30 hari menulis dalam event-event penerbit minor. Itulah karya Dewi Fitriani.
Selain karya buku antologi puisi dari event penerbit minor yang ia ikuti, ia juga kerap menulis catatan reflektif dan puisi-puisi pendek yang ia bagikan melalui caption dan story di media sosial, khususnya Instagram (@deraiaksa).
"Akun tersebut saya jadikan ruang sederhana untuk membagikan tulisan dan perasaan saya," katanya.
Membaca, bagi perempuan kelahiran Karawang, 3 Januari 2001, memberi pengetahuan dan perspektif baru dalam memandang kehidupan.
"Selain itu, kebiasaan membaca juga membantu saya memperkaya kosakata, sehingga lebih terampil dalam berbicara maupun menulis," ungkap S1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) ini.
Dari kegemaran membaca, guru honorer ini dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama, salah satunya melalui komunitas Rumah Pustaka.
"Di Rumah Pustaka, terdapat kegiatan book sharing yang rutin diadakan setiap bulan. Kegiatan ini menambah semangat dan komitmen saya dalam membaca karena saya merasa tidak sendiri dan memiliki lingkungan yang saling mendukung," jelasnya.
Dewi suka membaca sejak duduk di bangku SMA. Saat itu ia tertarik novel-novel populer antara lain Dilan 1990 karya Pidi Baiq dan karya-karya Fiersa Besari.
"Dari bacaan tersebut, saya mulai terbiasa menulis catatan pribadi dan refleksi sederhana," ungkapnya.
Bahan bacaan disukai, awalnya ia menyukai novel roman, namun seiring waktu minat baca bergeser ke buku-buku self improvement, refleksi diri, dan bacaan yang membantu memahami kehidupan dengan lebih bijak.
"Dalam sehari, membaca sekitar 20 menit. Waktunya memang tidak selalu menentu, tetapi saya selalu berusaha agar dalam satu minggu ada buku yang saya baca," tukasnya.
Dewi tidak memiliki jadwal khusus untuk membeli buku. Sebagian besar buku yang ia miliki justru berasal dari giveaway, hadiah lomba, serta buku-buku lama milik kakak yang kemudian ia minta dan baca.
"Belanja buku, lebih sering online, terutama saat ada promo. Saya juga cukup suka berburu buku preloved," kata Dewi.
Sekali belanja buku, biasanya satu hingga dua buku. Namun dalam satu bulan bisa saja hanya sekali membeli, bahkan ada bulan-bulan tertentu tidak membeli sama sekali. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Dewi-Fitriani.jpg)