Book Lover

Mencegah Otak Merespons Lambat

Guru Bahasa Inggris ini menyukai bacaan pengembangan diri, psikologi, teori pendidikan, spiritual, dan buku fiksi. 

Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasinpost.co.id
Aliyya Khairunnisa Adzahra SPd Gr 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Guru Bahasa Inggris ini menyukai bacaan pengembangan diri, psikologi, teori pendidikan, spiritual, dan buku fiksi. 

"Buku-buku tersebut membantu saya membangun pola pikir dan menambah ilmu pengetahuan," kata Aliyya Khairunnisa Adzahra SPd Gr.

Buku fiksi tidak hanya sebagai hiburan, tetap juga sebagai sarana bagi untuk memahami sudut pandang berbagai tokoh dan juga diksi yang digunakan dalam cerita.

Bagi Aliyya, membaca buku dengan perhatian penuh dapat membantu melatih konsentrasi dan mencegah otak merespons lambat. 

"Dengan konsistensi membaca, kemampuan saya dalam menentukan inti pokok dari topik bacaan dan menganalisis isi bahan bacaan cukup meningkat. Kemampuan ini sangat bermanfaat pada bidang akademik dan juga membentuk pola pikir," katanya.

Wanita kelahiran Kandangan, 5 Agustus 2000 ini sejak masa kanak-kanak terbiasa  membaca. Orangtuanya membangun kedisiplinan membaca dan terdapat berbagai bahan bacaan di rumah. Dulu, ia suka membaca majalah Bobo. 

Kemudian kebiasaan membaca tersebut berlanjut sampai masa sekolah dan kuliah sampai saat ini. 

"Membaca buku tidak hanya memberikan saya pengetahuan, melainkan juga sebagai teman untuk menikmati waktu," kata Aliyya yang bekerja sebagai English Club Trainer SMAN 1 Kandangan dan private teacher.

Secara pribadi, ia biasanya membaca pada pagi hari atau malam hari sebagai rutinitas harian. 

"Saya juga membaca buku pada kegiatan membaca buku bersama pada kegiatan Klub Buku HSS yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali pada hari libur," kata warga Kandangan, Hulu Sungai Selatan ini.

Dalam sehari, Aliyya tidak menetapkan durasi tertentu dan lebih berfokus pada konsistensi, tapi ia juga mengusahakan agar durasi membaca mengalami peningkatan dalam beberapa bulan untuk meningkatkan attention span (rentang perhatian) dan melawan distraksi digital.

Aliyya biasanya membeli buku setelah menyelesaikan bacaan sebelumnya atau ketika menemukan buku yang relevan dengan kebutuhan pengembangan diri, kebutuhan profesional, dan hiburan. 

"Saya lebih sering membeli buku secara online karena jarak tempat tinggal dengan toko buku yang menyediakan target buku bacaan saya cukup jauh. Namun jika saya berada di Banjarmasin atau Banjarbaru, saya terkadang membeli buku secara offline," ujarnya.

Dalam satu bulan, Aliyya yang juga hobi menulis, olahraga, dan pengembangan diri, biasanya belanja satu atau dua buku sesuai kebutuhan.

Koleksi buku yang ia miliki antara lain A Gentle Reminder (Bianca Sparancino), Reclaim Your Heart (Yasmin Mogahed), How To Master Your Habits (Felix Siauw), Islam is Me (Felix Siauw) dan Sherlock Holmes (Sir Arthur Conan Doyle).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved