Book Lover
Nabila Menjadi Lebih Kritis dan Visioner Berkat Buku
Nabila menyukai bahan bacaan bertema pengembangan diri, karya sastra, manajemen keuangan, dan kepemimpinan.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Mengenai koleksi buku ia mengaku tidak terlalu banyak, namun berisi bacaan yang benar-benar ia nikmati dan maknai. Di antaranya adalah The Psychology of Money karya Morgan Housel yang memberinya perspektif baru tentang pola pikir dalam mengelola keuangan.
Nabila juga membaca karya-karya sastra dari Tere Liye serta novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Selain itu, buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring juga menjadi salah satu bacaan yang membantu memahami pentingnya pengendalian diri dan cara berpikir yang lebih rasional. (Salmah saurin)
Berdiskusi Berbagi Pemikiran
AGAR betah membaca, menurut Nabila, perlu menemukan gaya paling sesuai dengan diri sendiri. Membaca tidak harus selesai dalam sekali duduk. Kadang satu halaman yang dipahami dengan sungguh-sungguh jauh lebih berarti daripada satu bab yang terburu-buru.
Nabila yang juga suka diskusi dan pengembangan diri, mengungkapkan beberapa hal yang ia lakukan agar tetap konsisten membaca.
"Pilih bacaan yang relevan dengan kebutuhan dan minat yang sedang kita jalani," ujarnya.
Baca secara bertahap namun konsisten. Kaitkan isi bacaan dengan pengalaman pribadi agar lebih bermakna dan mudah dipahami.
"Cari suasana membaca yang kondusif dan tenang. Sesekali berdiskusi dengan teman terkait bahan bacaan yang sedang kita baca agar bisa saling berbagi pemikiran," saran pemilik motto; hidup hanya sekali maka hidup lah yang berarti.
Selain itu, mencari rekomendasi atau sudut pandang baru melalui ulasan pembaca maupun konten literasi di media sosial. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Nabila-Ramadhina-dengan-buku-favoritnya.jpg)