Tajuk

Lagi-lagi Sampah

Saat ini berita tentang sampah yang berserakan di kawasan Taman Siring Kota Banjarmasin ramai, kesadaran masyarakat banjarmasin agak kurang soal ini

Tayang:
Editor: Irfani Rahman
Istimewa/DLH Banjarmasin
SAMPAH - Tim pengangkutan sampah DLH Banjarmasin menyisir di area Siring Menara Pandang, Kamis (1/1/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID- SALAH satu berita lokal yang cukup mendapat atensi warga Banjarmasin di awal tahun 2026, adalah berita tentang sampah yang berserakan di kawasan Taman Siring Kota Banjarmasin.

Sampah-sampah yang berserakan tersebut merupakan sisa dari keramaian pesta perayaan pergantian tahun.

Kesadaran masyarakat Kota Seribu Sungai terhadap sampah tampaknya perlu terus ditingkatkan lagi. Meskipun sudah ada pengalaman buruk di 2025, saat pemerintah terpaksa menetapkan darurat sampah akibat penutupan TPA Basirih, ternyata kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri masih jauh dari ideal.

Padahal saat darurat sampah diberlakukan, warga protes dan resah dengan tumpukan sampah yang menggunung di TPS, pasar bahkan lingkungan tempat tinggal.

Hal tersebut akibat TPA Basirih di Banjarmasin disegel dan ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sejak 1 Februari 2025 karena praktik open dumping (pembuangan terbuka).

Pemerintah kota harus bekerja keras mencari jalan keluar menghadapi permasalahan sampah ini. Segala upaya dan cara ditempuh.

Mulai dari melaksanakan edukasi dan sosialisasi masyarakat untuk memilah sampah di rumah, hingga mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) untuk mengurangi sampah ke TPA.

Bahkan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin mengeluarkan instruksi Wali Kota Nomor 100.3.4.3/0360/SEKR-DLH/III/2025 yang mewajibkan pemilahan sampah di sumbernya seperti rumah tangga, rumah sakit, hotel, sekolah dan lainnya menjadi organik, anorganik, dan residu.

Penanganan dan pengelolaan sampah, apalagi yang berkaitan dengan kota sebesar Banjarmasin tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Tidak cukup dengan hanya menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat sampah dan TPS yang memadai, serta banyaknya petugas kebersihan dan peralatan pendukung.

Lebih dari itu, upaya yang dilakukan harus menyentuh akar permasalahan yakni membangun kesadaran dan kepedulian warga masyarakat tentang sampah serta pengelolaannya.

Semoga di tahun 2026 ini, upaya Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mengatasi masalah sampah, mengedukasi dan membangun kesadaran warganya semakin ditingkatkan dan tidak kendur.

Kita pun sebagai warga seharusnya menyadari bahwa sampah adalah masalah bersama. Kesadaran tentang kepedulian terhadap sampah harus dimulai dari sendiri.

Dimanapun dan apapun aktivitas yang kita dilakukan, agar selalu ingat untuk membuang sampah pada tampatnya. Semoga tidak ada lagi sampah yang berserakan di Banjarmasin, karena warga yang  tidak peduli dan ogah bertanggung jawab. Sampahmu tanggung jawabmu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved