Tajuk
Pembuktian Bukan Sekadar Ucapan
5 Januari 2026 menjadi awal pelajar memulai lagi kegiatan sekolah setelah libur semester ganjil,
BANJARMASINPOST.CO.ID- SENIN 5 Januari 2026 menjadi awal pelajar memulai lagi kegiatan sekolah setelah libur semester ganjil. Kini memasuki awal ajaran semester genap, para penuntut ilmu sudah dihadapkan dengan bencana banjir.
Sebagian mereka tak bisa ke sekolah karena banjir. Solusinya pemerintah daerah di Kalsel memberikan kelonggaran untuk bisa melakukan Pelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.
Itu baru satu contoh aktivitas di masyarakat yang terganggu akibat banjir. Belum lagi, para pegawai negeri maupun swasta yang harus menerobos banjir untuk bisa ke tempat kerja. Bukan hanya masalah basah percikan air, namun kendaraan yang digunakan pun bisa mogok.
Akitivitas perekonomian pun terganggu, karena pasar terendam, kios-kios kebanjiran dan akses jalan yang tidak bisa dilalui karena ketinggian air banjir. Banyak dampak dirasakan warga akibat banjir terjadi hampir semua wilayah di Kalsel.
Lalu apa solusi yang tengah dilakukan para pemimpin daerah? Mana juga pembuktian wakil rakyat yang waktu kampanye berkoar-koar akan selalu dekat dengan rakyat?
Saatnya membuktikan kalau mereka ada dan memberikan solusi bukan janji semata. Begitu pula bukti nyata yang tengah dilakukan. Jangan hanya menyalahkan alam.
Lihat saja bagaimana di hulu sungai yang tiap tahun merasakan banjir dan tiap tahun semakin parah. Tidak hanya diucapkan namun dibuktikan dan sudah sepantasnya mengambil tindakan. Bukan hanya imbauan dan harapan manis buat warga terdampak.
Ingat alam tidak akan mengkhianati orang-orang yang mencintainya. Tapi alam akan murka terhadap mereka yang membuat kerusakan.
Pemerintah daerah sudah sewajibnya melakukan langkah nyata agar banjir tidak terjadi lagi. Persoalan dari hulu dan hilir harus dicarikan solusi.
Buktinya nyata kalau memang terjadi kerusakan hutan atau resapan air sudah sepantasnya diberi sanksi tegas. Jangan tebang pilih dan jangan ada kongkalikong dengan oknum pejabat sendiri.
Hal yang sama di Banjarmasin, bukan berarti karena banjir rob sudah proses alam lalu dianggap biasa. Harusnya bagaimana bisa bersahabat dengan alam dan memahami serta solusi apa dilakukan dengan fenomena alam tersebut.
Bukan pasrah dan hanya memberikan bantuan lalu dianggap selesai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Seorang-ayah-dan-anaknya-yang-merupakan-penyandang-disabilitas-enerjang-banjir-2.jpg)