Tajuk

MBG untuk Siapa

Memasuki Ramadan, Program MBG kembali menuai sorotan. Pemerintah menegaskan MBG tetap berjalan selama Ramadan

Tayang:
Editor: Irfani Rahman
banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
MENU MBG- siswa SMAN 2 Paringin nampak senang memperlihatkan menu MBG yang ia dapat dari SPPG Polres Balangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID- PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak terasa telah lebih setahun bergulir sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025.

Selama setahun berjalan, MBG menuai banyak pro dan kontra. Tidak sedikit pandangan negatif terhadap program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Mulai dari pandangan mengenai program MBG yang pelaksanaanya dianggap menguntungkan segelintir pihak, makanan MBG yang banyak tak disukai siswa hingga insiden keracunan massal terjadi di sejumlah sekolah.

MBG juga dinilai telah menyedot banyak anggaran negara. Tahun 2025 lalu, pemerintah Presiden Prabowo Subianto menganggarkan Rp 71 triliun untuk MBG. Sedangkan, tahun 2026 ini anggaran MBG dirancang mencapai Rp 335 Triliun.

Program ini, dianggap membebani keuangan negara hingga memaksa pemerintah harus melakukan efisiensi yang ujung-ujungnya memengaruhi program lainnya, seperti pemangkasan dana untuk membiayai program BPJS yang dibiayai pemerintah.

Meski banyak menuai penilaian negatif, MBG tetap jalan terus. Bahkan, Hingga 20 Januari 2026, jumlah SPPG telah bertambah menjadi 21.102 unit dan menjangkau sekitar 59,86 juta penerima manfaat.

Kini memasuki Ramadan, Program MBG kembali menuai sorotan. Pemerintah menegaskan MBG tetap berjalan selama Ramadan

Kebijakan ini, tentu saja dipertanyakan, karena selama Ramadan sebagian siswa tengah menjalankan ibadah puasa. Apalagi, tidak sedikit sekolah termasuk di Kalimantan Selatan yang meliburkan pembelajaran di awal dan akhir Ramadan.

Ketika diputuskan tetap berjalan, lantas diperuntukan bagi siapa jatah MBG-nya? Alangkah baiknya, pemerintah mengkaji ulang pelaksanaan MBG selama Ramadan. Karena, sangat disayangkan uang triliunan untuk pengadaan MBG jika pelaksanaanya tidak tepat sasaran. 

Akan lebih baik, MBG diliburkan dan memanfaatkan waktu yang ada untuk mengevaluasi dapur-dapur MBG sehingga ketika kembali dilaksanakan setelah Idulfitri semua SPPG sudah benar-benar siap untuk melayani dengan lebih baik. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved