Berita Ragional
Harga Elpiji 3 Kg Cetak Rekor, Dijual Rp 80 Ribu Per Tabung, Imbas Kenaikan Ringgit Malaysia
Warga di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa membeli elpiji 3 kg seharga Rp 80 ribu per tabung dari HET Rp 30 ribu
BANJARMASINPOST.CO.ID - Harga jual elpiji tabung 3 kg kembali melambung pada awal Maret 2026 ini.
Padahal, saat ini warga banyak keperluan selama Ramadhan dan dua pekan lagi Idulfitri 1447 Hijriah.
Sejak beberapa hari lalu, masyarakat di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengeluhkan harga elpiji subsidi tersebut yang mencapai Rp 80 ribu.
Harga elpiji melon yang tidak wajar ini pun sudah berkali-kali menjadi pembahasan netizen di media sosial.
Baca juga: Pemkab Tapin Pekan Depan Mulai Gelar Operasi Pasar, Tekan Harga Elpiji 3 Kg
Masyarakat perbatasan RI-Malaysia itu, menuntut adanya penindakan yang menimbulkan efek jera karena penjualan sudah sangat jauh di atas HET/Harga Eceran Tertinggi.
"Baru-baru ada yang tawarkan saya Rp 70.000. Tapi saya baru beli tabung ungu Pertamina jadi enggak saya beli. Gila-gilaan harga elpiji melon sekarang," ujar satu penjual kuliner di Jalan Lingkar Nunukan, Syarif, Kamis (5/3/2026).
"Sekarang mahal elpiji, mereka tahu gas Malaysia sekarang sampai Rp 350.000 karena ringgit naik. Momennya mungkin, makanya gas melon dijual sampai Rp 70.000, malah ada yang Rp 80.000," tutur Jack, seorang penjual di Pasar Jamaker.
HET Rp 30 Ribu
Untuk diketahui, HET elpiji melon (3 kg) di Nunukan, Kalimantan Utara, ditetapkan sebesar Rp 30.000 per tabung di tingkat pangkalan, naik dari harga sebelumnya Rp 20.000 sejak awal 2025.
Kenaikan ini dipicu pencabutan subsidi ongkos angkut kapal. Di tingkat pengecer, harga dilaporkan melambung tinggi mencapai Rp 70.000 per tabung.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Kabupaten Nunukan Rohadiansyah mengatakan, kondisi sekarang, banyak yang manfaatkan kesempatan.
"Terkait harga di atas ketentuan, dipastikan dari pengecer," ucapnya.
Rohadiansyah mengeklaim sudah melakukan pengecekan agen dan pangkalan sejak tiga hari terakhir.
Dia juga memastikan ada penempatan petugas di setiap pangkalan, untuk mengantisipasi penjualan di atas HET.
"Kalau pangkalan yang menjual harga tinggi, pasti ada laporan untuk dasar penindakan," tegasnya.
Kenaikan Ringgit
Rohadiansyah tidak membantah, fenomena penjualan elpiji melon di atas HET, kerap terjadi, khususnya di momen-momen tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Stok-elpiji-3-kg.jpg)