BanjarmasinPost/

Kriminalitas Banjarmasin

Bocah Korban Pelecehan Kakak Kelas Dibawa ke Psikolog, Diam Ketika Ditanya

Dimana hal ini karena ada perbuatan tak menyenangkan dialaminya sehingga ia banyak tak mebjawab kala ditanya.

Bocah Korban Pelecehan Kakak Kelas Dibawa ke Psikolog, Diam Ketika Ditanya
Kompas
Ilustrasi kejahatan seksual. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puteri (bukan nama sebenarnya), bocah berusia menjelang enam tahun yang diduga menjadi korban pelecehan seksual dan pencabulan oleh kakak kelasnya di Anjir, Barito Kuala (Batola) yang juga masih anak-anak tampaknya masih mengalami trauma mendalam.

Bahkan, hingga kini, dia dibawa orangtuanya untuk tinggal sementara di rumah kerabat orang tuanya di Sungai Andai Banjarmasin Utara.

Burhanuddin, orangtua korban, Selasa (26/9/2017) mengungkapkan, saat ini, sang anak dititipkan di satu kerabatnya di Banjarmasin.

Baca: Memilukan, Siswi Kelas 1 SD Dicabuli Enam Kakak Kelasnya, Begini Cerita Pilu Sang Ayah

Baca: Siswi Kelas 1 SD yang Dicabuli Enam Kakak Kelasnya Mengigau Tiap Malam, Ini yang Diucapkan

"Sementara dititipkan di tempat kerabat di Banjarmasin, sambil menunggu proses kasus ini," paparnya.

Menurutnya, sang anak didampingi petugas Polres serta Pusat Layanan Terpadu, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Sabtu (24/9/2017) lalu dibawa ke satu psikolog di RS Ansyari Saleh .

Menurutnya, dari keterangan diperoleh, sang anak belum stabil dan banyak diam saja ketika ditanya.

Dimana hal ini karena ada perbuatan tak menyenangkan dialaminya sehingga ia banyak tak mebjawab kala ditanya.

"Harapanku kasus ini jadi pembelajaran semua, agar proses hukum berjalan supaya masyarakat sadari hidup diatur hukum, apa pun putusannya kita terima," paparnya dengan pasrah.

GT Fauziadi dari LBH Peradi yang melakukan pendampingan terhadap korban berharap ada tindaklanjut dalam kasus ini. Karena tentunya korban mengalami trauma

"Beliau (orangtua korban, Red) minta ada keadilan dalam hal ini, " ujarnya.

Sebelumnya, orangtua korban, Burhanudin (49) tampak tak bisa menyembunyikan kesedihan yang mendalam. Meski begitu guru atau tenaga pendidik ini tampak begitu sabar dan tabah kala ditemui di Kantor LBH Peradi di Jalan Banua Anyar, Kamis (21/9/2017) lalu.

Kedatangannya sendiri untuk meminta pendampingan atas kasus yang bisa dikatakan membuat 'sesak' hati siapa pun yang mendengarnya. Dimana anak perempuannya yang berusia hampir enam tahun -- sebut saja Puteri-- ini dicabuli kakak kelasnya.

Tak tanggung tanggung diduga yang mencabuli anaknya yang masih duduk di kelas I ini berjumlah enam orang dan masih anak-anak dibawah umur. Ingin kasus yang menimpa anaknya ini diusut seadil-adilnya, ia pun melaporkan kasus ini ke Polsekta Anjir Muara pada 17 September tadi.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help