Ekonomi dan Bisnis

Dilantik Jadi Gubernur BI, Ini Tugas Berat Pertama Perry Warjiyo: Stabilkan Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo, yang hari dilantik Mahkamah Agung angsung diadang beberapa tugas mendesak,

Dilantik Jadi Gubernur BI, Ini Tugas Berat Pertama Perry Warjiyo: Stabilkan Rupiah
(KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN)
Perry Warjiyo usai fit and proper test di hadapan Komisi XI DPR RI, Rabu (28/3/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, yang hari dilantik Mahkamah Agung menggantikan Agus Martowardojo langsung diadang beberapa tugas mendesak, diantaranya menstabilkan nilai tukar rupiah.

Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo  punya lima tugas baru.

Pertama, adalah menstabilkan nilai tukar rupiah. Tercatat, sejak awal tahun 2018 rupiah sudah melemah 4,62 persen. Bloomberg mencatat, rupiah bergerak variatif hari ini. Mata uang garuda sempat menyentuh level Rp 14.212 per dolar AS.

“Respon BI sebelumnya yang terlambat menyesuaikan bunga acuan harus disikapi oleh Gubernur BI yang baru,” kata Bhima kepada Tribunnews.com, Kamis (24/5/2018) di Jakarta.

Baca: Perry Warjiyo Resmi Gantikan Agus Martowardojo jadi Gubernur BI

Jika pelemahan rupiah terus berlanjut, menurutnya Perry bisa membuka ruang kenaikan tingkat suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin.

Kedua, menjaga inflasi tetap rendah dengan berbagai bauran kebijakan serta koordinasi lintas stakeholder. Salah satu caranya dengan memperkuat koordinasi tim pengendali inflasi daerah (TPID).

Bhima mengatakan, pemerintah daerah juga harus berperan aktif menjaga pasokan dan harga pangan karena volatile food merupakan komponen paling besar inflasi terutama disaat Ramadhan dan Lebaran.

Selanjutnya, mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank sentral tidak sekadar mengutak atik instrumen moneter agar stabilitas keuangan terjaga, namun juga harus pro growth policy.

Baca: Tak Ada Sentimen Positif, Rupiah Sentuh Level Rp 14.212 per Dolar AS

Misalnya dengan merelaksasi loan to value agar DP kredit rumah dan kendaraan bermotor bisa lebih murah lagi. Ujungnya pertumbuhan kredit naik, industri naik dan perekonomian bisa tumbuh di atas 5,1 persen.

Keempat, mempermudah izin pembayaran fintech e-payment. Menurutnya, saat ini ada 11 kementerian atau lembaga yang berkaitan dengan izin fintech.

“Harusnya BI bisa melakukan penyederhanaan prosedur untuk mendorong pertumbuhan Fintech. Pak Perry harus jadi Gubernur BI berjiwa milenial yang paham perubahan teknologi keuangan,” kata Bhima.

Terakhir, membangun sistem pembayaran yang aman dan efisien. Bhima mengingatkan agar Perry berhati-hati mengimplementasikan kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Salah satunya mengukur kemampuan perusahaan switching dalam melindungi data dan keamanan transaksi nasabah bank.

“Jangan sampai masyarakat dan bank dipersulit dalam penukaran kartu debit atau kredit lama dengan kartu berlogo GPN,” pungkasnya.

(Penulis: Syahrizal Sidi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tugas untuk Gubernur BI Perry Warjiyo, Indef: Stabilkan Rupiah


Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help