Berita Regional

Akun Ini Sebut Gililawa Terbakar Karena Kembang Api Untuk Pemotretan

Sebanyak 10 hektar lahan hutan di Gililawa Darat, Kawasan Taman Nasional Komodo,terbakar

Akun Ini Sebut Gililawa Terbakar Karena Kembang Api Untuk Pemotretan
instagram travass.life
Gililawa Taman Nasional Lombok, NTB 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebanyak 10 hektar lahan hutan di Gililawa Darat, Kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ( NTT), terbakar, Kamis (2/7/2018).

Kepala Taman Nasional Komodo Budi Kurniawan menduga kuat penyebab kebakaran berasal dari api rokok yang dibuang oleh oknum pengunjung di puncak Gililawa Darat.

Kebakaran itu lanjut Budi, berawal dari laporan masyarakat pada Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 20.00 Wita.

Setelah menerima laporan, petugas dari Resort Padar, Loh Sebita dan juga dari Labuan Bajo langsung menuju lokasi untuk memadamkan api.

Baca: 10 Hektar Padang Savana Gililawa Taman Nasional KomodoTerbakar, Karena Puntung Rokok?

"Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 03.10 dinihari tadi," ucap Budi kepada Kompas.com, Kamis (2/8/2018).

Kebakaran Gililawa Taman Nasional Lombok juga jadi sorotan para traveller yang mencari penyebab kebakaran.

Seperti yang dibagikan akun instagram @asokaremadja yang dibagikan kembali oleh akun @lambe_turah.

Akun tersebut membagikan chat di insta story yang menuliskan kebakaran terjadi karena ada yang menyalakan kembang api di puncak Gililawa.

Baca: Sahabat Ingin Galang Dana Untuk Pengobatan Shakira, Begini Jawaban Denada

Kembang api dinyalakan di puncak Gililawa diduga untuk kepentingan pemotretan prewedding.

"Kami grup terakhir di Gililawa dan melihat ada grup lain melakukan pemotretan, sepertinya untuk pernikahan adat China.

Mereka mencoba menyalakan tiga hingga empat kali api di puncak, aku pikir untuk hasil foto yang bagus.

Tapi kemudian api membesar dan mereka malah meninggalkan puncak dan melanjutkan mengambil foto lain.

Kami melaporkan kepada pihak taman nasional dan penduduk sekitar yang menunggu rombongan itu turun", tulis Thomas DA yang dibagikan akun @asokaremadja.

Penulis: Restudia
Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help