Melihat Aksi Ladyfire Banjarmasin

Aluh Sensey Ingatkan Warga, Kalo Ada Sirine Pemadam Tolong Menepi dan Bertahan

Ketika pemadam melaju dengan kecepatan tinggi saat di jalan, banyak masyarakat beranggapan bahwa mereka ugal-ugalan

Aluh Sensey Ingatkan Warga, Kalo Ada Sirine Pemadam Tolong Menepi dan Bertahan
Istimewa
Anggota Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin saat bertugas memadamkan api. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketika api berkobar dan menimbulkan asap hitam pekat, maka bersiaplah mendengar raungan sirine pemadam kebakaran. Begitulah yang terjadi di Kota Banjarmasin.

Mengingat jumlah Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) maupun PMK di Kota Banjarmasin hampir 500 unit. Dan sempat memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai kota terbanyak pemadam.

Ketika pemadam melaju dengan kecepatan tinggi saat di jalan, banyak masyarakat beranggapan bahwa mereka ugal-ugalan layaknya penguasa jalanan.

Baca: Nekat Jadi Ladyfire, Rima Rela Jam Tidur Berkurang & Aluh Sensey Sedih Temannya Gugur

Anggota Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin
Anggota Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin (Airul Syahrif)

Maka dari itu satu di antara pemadam perempuan Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin dari BPK Bangun Raya 353, Kinanti Wulandari atau akrab disapa Aluh Sensey menghimbau kepada masyarakat untuk menepi saat ada raungan sirine pemadam kebakaran.

"Pesan aja buat warga sekitar, kalau ada terdengar sirine tanda ada terjadi kebakaran, tolong lah menepi dan bertahan sebentar. Beri kesempatan kami untuk bertugas. Karena kami bertugas juga untuk menyelamatkan masyarakst juga. Misalkan saja kalau yang terkena musibah itu keluarga atau kerabat buhan pian. Tidak ada salahnya mengalah mengalah sebentar untuk tugas mulia pemadam yang tanpa pamrih ini," jelasnya pada banjarmasinpost.co.id, Kamis (20/9/2018).

Anggota Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin saat bertugas memadamkan api.
Anggota Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin saat bertugas memadamkan api. (Airul Syahrif)

Terkadang keberadaan pemadam saat menyasah atau mengejar api terlihat ugal-ugalan. Namun dibalik semua itu ada misi kemanusiaan untuk secepatnya sampai ke tempat musibah untuk memadamkan api.

"Pemadam laju-laju bukan ingin beugal-ugalan, tapi sangat beresiko kalau pemadam ini belalambat. Tapi tetap ssaja kami utamakan keselamatan saat mengendara. Selain terancam bangunan banyak yang terbakar, nyawa para korban kebakaran pun bisa terancam. Nah sama seperti ambulance yang ikut serta terjun ke TKM, bukannya handak menyesaki, tapi menolong para korban yg mungkin ada sesak nafas, shok, bahkan pingsan, dan lain-lain," pungkasnya.

Baca: Ladyfire, dari Aksi Memadamkan Api Hingga Menjadi Suntikan Semangat Kaum Adam di BPK

Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin
Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin (Airul Syahrif)

(Banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved