Pilpres 2019

Respons Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Menyoal Dugaan Curi Start Kampanye Pilpres 2019

Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menyesalkan dihentikannya kasus dugaan "curi start" iklan kampanye Pilpres 2019 di media massa

Respons Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Menyoal Dugaan Curi Start Kampanye Pilpres 2019
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, saat pengambilan nomor urut di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menyesalkan dihentikannya kasus dugaan "curi start" iklan kampanye Pilpres 2019 di media massa yang dilakukan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

“Kami serahkan ke masyarakat yang menilai,” kata Andre kepada Kompas.com, Kamis (8/11/3018).

Menurut Andre, semua kasus yang berhubungan dengan petahana selalu mandek.

Ia menyinggung kasus dugaan pelanggaran kampanye calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin melalui videotron di jalan-jalan protokol.

Baca: Ini Kronologi & Rekaman Percakapan Pilot Lion Air JT 610 yang Jatuh, Kotak Hitam Ditemukan

Baca: Cek Link Pengumuman Kemenkumham CPNS 2018, Jadwal Tes SKD & Link via sscn.bkn.go.id

Baca: Kisah Haru Ustadz Abdul Somad Mengenai Gempa Bumi di Donggala dan Tsunami di Palu Sulteng

Baca: Live Streaming MNC TV & Jadwal Timnas Futsal Indonesia vs Thailand Semifinal Piala AFF Futsal 2018

Bawaslu DKI memutuskan tayangan videotron Jokowi-Ma'ruf melanggar Surat Keputusan Nomor 175 KPU DKI Jakarta Tahun 2018.

Namun, tak ada sanksi atas pelanggaran itu.

“Kasus Videotron saja meski dinyatakan bersalah tetap tidak ada sanksi,” kata Andre.

“Bahkan Bupati Pesisir Selatan di Sumbar yang jelas-jelas deklarasi dukung Jokowi dengan baju dinas lengkap dengan tanda pangkatnya juga enggak ada sanksi,” lanjut dia.

Kasus dihentikan

Baca: Sikap Bawaslu Tentang Dugaan Curi Start Kampanye Pilpres 2019 Jokowi-Maruf Amin

Pada Rabu (7/11/2018), Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan Agung, memutuskan untuk menghentikan pengusutan kasus dugaan 'curi start' iklan kampanye media massa pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Halaman
123
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved