Berita Banjarmasin

Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel, Minta Kader Hadapi Dugaan Perusakan APK Dengan Kepala Dingin

Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel), Dr Hc H Supian HK menanggapi santai adanya dugaan perusakan alat peraga kampanye (APK).

Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel, Minta Kader Hadapi Dugaan Perusakan APK Dengan Kepala Dingin
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel), Dr Hc H Supian HK 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel), Dr Hc H Supian HK menanggapi santai adanya dugaan perusakan alat peraga kampanye (APK) Calon Legislatif (Caleg) kader Partai Golkar.

Menurutnya hal tersebut tidak hanya terjadi di Kalsel saja namun jadi fenomena di seluruh Indonesia.

Karena itu, Ia mengimbau kepada para kader Partai Golkar untuk menahan diri dan tidak memperbesarkan masalah tersebut.

"Khususnya kami di partai Golkar supaya tidak dibesar-besarkan soal ini karena tidak ada manfaatnya dan justru banyak mudharatnya," kata Dr Hc H Supian HK.

Baca: Bawaslu Kota Banjarmasin Tindaklanjuti Dugaan Perusakan APK di Sungai Andai Banjarmasin

Baca: Reaksi Luna Maya Ditanya Terkait Reino Barack dan Ariel NOAH Usai Sabet Aktris Utama Terbaik

Ia mengimbau para Caleg kader Partai Golkar untuk bisa selektif Menempatkan APK nya, selain memperhatikan aturan yang berlaku, tapi juga pertimbangkan memasang APK di lokasi yang lebih terawasi.

"Caleg dan partai harus bersifat bijak dan harusnya ada pengawasan, Instruksi kami pasang di tempat yang aman seperti di lokasi milik kader maupun simpatisan," terangnya.

Sisi Jalan Sungai Andai Banjarmasin menjadi salah satu titik yang banyak didapati alat peraga kampanye para Calon Legislatif
Sisi Jalan Sungai Andai Banjarmasin menjadi salah satu titik yang banyak didapati alat peraga kampanye para Calon Legislatif (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody)

Memasang APK di lokasi yang terlalu dekat dengan lalu lintas menurutnya memang beresiko tinggi karena juga dekat dengan tangan-tangan jahil.

Ia menilai pihaknya tidak perlu melaporkan hal tersebut ke Bawaslu karena menurutnya cukup sulit pula bagi Bawaslu untuk bisa membuktikan adanya perusakan karena minimnya instrumen pengawasan di titik-titik umum.

"Memang sulit, kecuali tertangkap tangan kan. Jadi sulit rasanya membuktikan," tutupnya. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved