Berita Banjarmasin

Penjelasan Kepala Dishub Kalsel Terkait Nasib Rencana Kereta Api yang ada di Kalsel

Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian sudah mengajak Pemerintah Daerah menawarkan kepada investor baik di dalam maupun di luar negeri.

Penjelasan Kepala Dishub Kalsel Terkait Nasib Rencana Kereta Api yang ada di Kalsel
KAI
Ilustrasi- Kereta api barang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Selatan terus dimatangkan pemerintah. Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian sudah mengajak Pemerintah Daerah menawarkan kepada investor baik di dalam maupun di luar negeri.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Rusdiansyah dihubungi BPost, Rabu (13/2) menjelaskan bahwa progres terkait perkeretaapian di Kalsel masih mencari investor yang mau diajak kerjasama.

"Kita sudah Market sounding ke Jepang di duta besarnya. Dalam forum itu diundang perusahaan besar. kemenhub melalui dirjen perkeretaapian menawarkan kerjasama delapan lokasi di Indonesia, mulai Palembang Bogor, Jakarta, termasuk Tajung-Banjarmasin. Itu sudah ditawarkan. Jadi psoisi Kita masih tunggu reaksinya," kata Rusdiansyah.

Dijelaskan Rusdiansyah, maket yang ditawarkan ke investor tersebut yang diutamakan adalah Banjarmasin-Tanjung sejauh 213 kiolometerdengan nilai investasi sebanyak Rp 17 Triliun. "Kementerian maupun Dinas Perhubungan di daerah juga sama-sama menawarkan dan mencari investor yang mau," kata Rusdiansyah.

Baca: Penjelasan Kepala BNN RI Soal Pemetaan Kalsel yang Jadi Lokasi Peredaran Narkoba

Lantas bagaimana daerah yang sudah menetapkan titik stasiun dan trasenya? Menurut Kadishub kajian itu adalah bagian proses. "Itu pemerintah yang anggarakan. Kalau ada investornya nanti bisa berjalan. Ya hasil kajian itu tadi yang akan dilaksanakan dan menjadi acuan investor untuk bergerak," kata dia.

Hingga kini, pemerintah masih belum tentukan sekema kerjasama untuk kereta api di Kalsel ini, apakah murni kerjasama pemerintah dengan badan usaha ata yang lainnya. Apakah kabupaten kota dengan asetnya pemanfaatnya, sementara badan usaha untuk dilakukan operasionalnya saja ini masih menunggu lanjutannya.

Sementara, Kasi Pemaduan Moda Dan Pengembangan Sarwani menjelaskan Program jalur, dibagi beberapa segmen.

Segmen pertama, jalur Tanjung-Paringin Kabupaten Balangan, Kandangan (Hulu Sungai Selatan dan Rantau (Tapin).

Baca: Kronologi Penangkapan Pengedar Sabu di Desa Binjau Pemangkih HST, Simpan Sabu di Kompor

Jalur ini sudah menjalani tahap analisa dampak lingkungan (amdal), detail engineering design (DED) dan studi kelayakan.

Sedang segmen dua yang meliputi Rantau-Martapura (Banjar)-Banjarbaru-Banjarmasin sudah dilakukan studi kelayakan. Sementara amdalnya sudah dilakukan pula.

Sedangkan untuk segmen tiga yakni Marabahan-Anjir Pasar-Wanaraya-Handil Bakti-Sungai Tabuk, amdal dalam pembahasan di kementerian. "Akan tetapi, sebelum ke segmen tiga jalur akses Bandara baru dan ke pelabuhan Trisaktib akan lebih dulu disentuh. Karena aksesnya kereta bukan hanya untuk penumpang namun barang," kata dia. (banjarmasinpost.co.id/ nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved