Curhat Sipir Cantik Penjaga Penjara

Sempat Merasa Seram di Penjara, Sipir Cantik Ini Juga Rela Lepaskan Hal ini Demi 'Si Napi'

Lapas Banjarbaru seluas kurang lebih enam hektar. Dikelilingi tembok tebal menjulang dan kawat berduri, sistem penjagaan ketat berlapis.

Sempat Merasa Seram di Penjara, Sipir Cantik Ini Juga Rela Lepaskan Hal ini Demi 'Si Napi'
Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan
Lintang Retty Dewi dan Desy Nuraliza Rizky 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Lapas Banjarbaru seluas kurang lebih enam hektar. Dikelilingi tembok tebal menjulang dan kawat berduri, sistem penjagaan ketat berlapis.

Bagi seorang awam tentunya suasana yang jauh dari kata nyaman. Pun profesi sebagai seorang sipir sebelumnya tak terbayangkan oleh Desy Nuraliza Rizky dan Lintang Retty Dewi.

Dua sipir cantik ini menceritakan jika sebelum jadi seorang sipir keduanya punya impian profesi lain.

"Tak terbayang sebelumnya jadi seorang sipir, cita-cita saya malah ingin jadi seorang apoteker. Dulu begitu mau ambil kuliah apoteker ada penerimaan lalu melamar dan ikut tes ternyata lulus , begitu tugas sebagai sipir saya bersyukur dan bangga," ucap Desy curhat akan pilihannya rela lepas profesi impian demi jadi Sipir.

Baca: Penampakan Mantan Istri Ahok, Veronica Tan Setelah Kabar BTP Nikahi Puput Nastiti Devi, Ucapkan Ini

Baca: Mobil Pertamina Tabrak Pembatas Jalan di Bundaran KB, Lucunya Sopir Malah Kabur ke Tempat Ini

Baca: Ritual Sipir Cantik Berstatus Single saat Jaga Puluhan Napi Lapas Banjarbaru di Malam Hari

Lintang Retty Dewi dan Desy Nuraliza Rizky
Lintang Retty Dewi dan Desy Nuraliza Rizky (Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan)

Alumni SMA 1 Pelaihari ini mengatakan ada kesan jalani profesi sebagai sipir. "Warga binaan baik kok dalam bersikap, bahkan mereka bercerita kalau kita ini seumuran dengan anak-anak mereka. Berkesan, betah di Lapas Banjarbaru. Suasana kompak antar rekan dan pimpinan, para senior juga ramah," kata Desy kepada reporter banjarmasinpost.co.id.

Bagi Lintang juga demikian, tak terbayang sebelumnya mengabdi di Lapas Banjarbaru.

Desy Nuraliza Rizky, berasal dari Pelaihari, Tanahlaut.
Desy Nuraliza Rizky, berasal dari Pelaihari, Tanahlaut. (Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan)

"Bahkan saya sudah diterima jadi pegawai bank tapi akhirnya tidak saya ambil. Saya pilih mengabdi di Lapas. Meski awalnya takut, sebagai orang awam saat itu terbayang suasana Lapas ya seram. Ternyata tidak seperti yang dibayangkan, hingga kini nyaman dan betah. Saya bangga," katanya.

Dia juga punya kesan, senang melihat warga binaan Lapas Banjaebaru yang giat dan semangat merubah diri lebih baik.

Lintang Retty Dewi, berasal dari Pelambuan Banjarmasin
Lintang Retty Dewi, berasal dari Pelambuan Banjarmasin (Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan)

"Warga binaan tertib taat aturan, mereka Salat berjamaah, senam bahkan kreatif," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved