Berita Banjarmasin

Ibu-ibu Ikut Aksi Damai ke KPU Kalsel, Desak KPU Jangan Curang di Pilpres 2019

Salah satu orator dalam aksi ini mengingatkan KPU akan balasan dan perhitungan di akhirat jika tidak jujur apalagi melakukan kecurangan.

Ibu-ibu Ikut Aksi Damai ke KPU Kalsel, Desak KPU Jangan Curang di Pilpres 2019
capture/banjarmasin post
Banjarmasin Post Edisi 25 April 2019 Halaman 9 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN  - Ratusan orang yang tergabung dalam Aktivis Cinta Demokrasi menggelar aksi damai menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (24/4) siang.

Walaupun tak berhasil menggelar aksi tepat di depan Kantor KPU, para peserta aksi tetap difasilitasi petugas kepolisian menyampaikan orasinya di pinggir Jalan A Yani Km 3 Banjarmasin, tak jauh dari Kantor KPU Provinsi Kalsel.

Dalam orasinya, peserta menuntut KPU baik di tingkat Provinsi Kalsel maupun di tingkat pusat untuk adil dan jujur dalam melakukan penyelenggaraan khususnya dalam proses pungut hitung hingga rekapitulasi suara Pemilu 2019.

Salah satu orator dalam aksi ini mengingatkan KPU akan balasan dan perhitungan di akhirat jika tidak jujur apalagi melakukan kecurangan dalam jalankan tugasnya.

Baca: KPU Kalsel : Data Aplikasi Situng Jangan Jadi Acuan Utama Menentukan Pemenang Pilpres 2019

Baca: Aktivis Cinta Demokrasi dan Emak-emak Datangi KPU Kalsel Tuntut KPU Berlaku Jujur, Adil dan Amanah

Dari sekian banyak peserta aksi, cukup banyak pula ibu-ibu yang terlihat ikut dalam aksi lengkap dengan poster dan spanduk bertuliskan tuntutan mereka terhadap KPU.

"KPU, jangan ada curang di antara kita," tertulis dalam salah satu spanduk yang dibawa para ibu-ibu peserta aksi.

Tak heran banyaknya peserta ibu-ibu, pada kegiatan ini juga turut hadir tokoh wanita dari beberapa organisasi masyarakat diantaranya Sekjen Gemma PS Provinsi Kalsel, Verawati Makaminan dan Ketua DPD LMA Kalsel, Mona.

Verawati menyatakan pihaknya meminta KPU untuk menghargai upaya dan pengorbanan mereka dan kaum ibu-ibu serta relawan lainnya yang rela mengawal suara di TPS dan Kecamatan selama ini dengan berlaku jujur dan adil.

Beberapa Komisioner KPU Provinsi Kalsel termasuk Dr Nur Zazin, Siswandi, Edy Ariansyah dan Hatmiati pun langsung hadir ke lokasi orasi menemui para peserta aksi.

Dr Nur Zazin menyatakan, pihaknya berusaha sekuat tenaga untuk terus bisa objektif dan berlaku jujur, adil dan amanah dalam tugasnya.

"Kami mohon kepada semua masyarakat untuk mendoakan kami agar bisa terus diberikan kekuatan dan kelancaran dalam melakukan tugas," kata Dr Nur Zazin.

Baca: KPU Banjar Tunggu Kiriman Logistik untuk Gelar Pemungutan Suara Ulang di Dua TPS ini

Baca: Pemungutan Suara Ulang akan Digelar untuk Dua TPS di HSU, Begini Penjelasan KPU

Ditambahkan Siswandi, pihaknya sebagai penyelenggara Pemilu siap menampung semua aspirasi dan masukan masyarakat. Ia berjanji, KPU Kalsel akan dengan amanah menjaga suara setiap pemilih agar tidak disalahgunakan.

"Saat ini rekapitulasi masih berlangsung di kecamatan, kami minta semua mengawal proses ini. Proses rekapitulasi wajib digelar terbuka dan memfasilitasi saksi yang miliki mandat. Jika ada proses rekapitulasi yang digelar tertutup, segera laporkan," kata Siswandi.

Usai massa membubarkan diri secara tertib, beberapa perwakilan peserta orasi selanjutnya difasilitasi untuk melakukan pertemuan dengan para Komisioner KPU Provinsi Kalsel di Aula Kantor KPU Provinsi Kalsel. (acm)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved