Berita Regional

Warga Pontianak ini Sempat Diburu Warga Usai Sebarkan Ujaran Kebencian, Diamankan Polresta Pontianak

Sebarkan ujaran kebencian melalui akun facebooknya, GV nyaris menjadi bulan-bulanan aksi massa yang mencarinya, Sabtu (4/5/2019) malam.

Warga Pontianak ini Sempat Diburu Warga Usai Sebarkan Ujaran Kebencian, Diamankan Polresta Pontianak
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolresta Pontianak Kombes Muhammad Anwar Nasir bersama Dandim 1207/BS Pontianak Kolonel Arm Stefie Jantje Nuhujanan menunjukkan barang bukti ujaran kebencian yang menghebohkan warga Pontianak Timur pada Sabtu malam, saat ditemui di sela-sela Rapat Pleno KPU Kota Pontianak di Hotel Kapuas Palace, Jalan Budi Karya, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (5/5/2019) siang. Kapolresta mengatakan dalam pemeriksaan pelaku juga positif narkoba. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Sebarkan ujaran kebencian melalui akun facebooknya, GV nyaris menjadi bulan-bulanan aksi massa yang mencarinya, Sabtu (4/5/2019) malam.

Akibatnya ulah semberononya itu, Ia pun akhirnya diamankan Polresta Pontianak setelah diserahkan warga Tanjung Raya II, Pontianak Timur, Sabtu (4/5/2019) malam

Pria kelahiran 32 tahun ini sempat membuat warga Pontianak meradang lantaran menulis ujaran kebencian di media sosial yakni Facebook.

Baca: Pria Ini Hidup Kembali Setelah Disengat Listrik 5.000 Volt, Tubuhnya Dingin Seperti Es

Baca: Kabupaten Samosir Jadi Rekor Tertinggi Kemenangan Jokowi, Raup Suara 97 Persen

Baca: Jadwal Imsak & Buka Puasa Hari Pertama Ramadhan 2019 / 1440 Hijriah, Surabaya, Bandung & Yogyakarta

Dalam akun Facebooknya, GV alias Em beberapa kali memposting ujaran kebencian berbau SARA, seperti penghinaan terhadap agama, ulama, dan kelompok tertentu. Dia pun mengambil gambar-gambar dari pemberitaan lalu diposting dengan kata-kata hujatan.

 Tabiatnya mengundang kemarahan netizen, hingga masyarakat memancingnya untuk bertemu di luar. Akhirnya GV yang merupakan penjual baju bekas online ini berhasil ditemukan warga Tanjung Raya II.

Seketika heboh, warga yang telah berkumpul ada yang menginterogasi bahkan ada yang hendak menghakiminya. Namun GV berkali-kali membantah telah membuat postingan itu dengan alasan akunnya diretas seseorang.

GV akhirnya terselamatkan lantaran beberapa warga menghubungi kepolisian. Pria bertubuh kerempeng ini pun dibawa beramai-ramai ke kantor polisi untuk diamankan. GV alias Em dilaporkan dengan UU ITE M.O dengan Nomor: LP/808/V/RES.1.20./2019/KALBAR/RESTA PTK KOTA.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir menjelaskan, kasus tersebut berawal postingan EV di Fecebook yang mengarah kebencian. Dalam keterangnya, GV mengakui telah membuat postingan dengan ujaran kebencian sebanyak empat kali.

“Hampir rata-rata postingannya itu di antara jam sembilang hingga 12 malam. Akibat postingannya itu, beberapa kelompok pemuda tidak terima lalu mendatangi rumah GV di Pontianak Timur. Namun GV berhasil diamankan anggota dan dibawa ke mapolresta," kata Anwar.

Dari hasil analisa polisi, lanjut Anwar, yang bersangkutan memang membuat postingan yang mengarah kepada ujaran kebencian dan menimbulkan kemarahan beberapa kelompok pemuda. Namun kemarahan itu tidak sampai menimbulkan tindakan anarkis, sehingga GV selamat dan berhasil diamankan.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved