Ramadhan 1440 H

Hati-hati! Ada 11 Tindakan Medis yang Membatalkan Puasa dan Tidak Membatalkan Puasa, Lihat Daftarnya

Fase kedua Ramadhan 1440 H telah tiba. Semua umat islam di dunia melaksanakan puasa bulan Ramadan.

Editor: Didik Triomarsidi
shutterstock
Ilustrasi anestesi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Fase kedua Ramadhan 1440 H telah tiba. Semua umat islam di dunia melaksanakan puasa bulan Ramadan.

Namun ketika melaksanakan puasa banyak hal tak terduga daapt terjadi. Satu di antaranya adalah sakit.

Ada yang mengalami sakit lambung, flu, hingga beberapa penyakit lainnya.

Ketika sakit tidak kunjung sembuh tentu kita akan pergi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan.

Lantas apakah tindakan-tindakan medis dapat membatalkan puasa?

Atau ada tindakan medis yang tidak membatalkan puasa?

Baca: SESAAT LAGI Jadwal Buka Puasa Hari ke-13 (Sabtu (18/5) Ramadhan 1440 H di Jakarta Bandung Surabaya

Baca: Jadwal Buka Puasa Hari ke-13 (Sabtu (18/5) Ramadhan 1440 H di Jakarta Bandung Surabaya Banjarmasin

Baca: Mess L Banjarbaru Sudah Terlihat Asri & Nyaman, Kesan Angker Hilang, Biaya Renovasi Capai Rp5 Miliar

Para ulama telah mengkategorikan sesuatu yang dapat membatalkan puasa berdarkan lima kriteria:

الفِطْرُ مِمَّا دَخَلَ وَلَيْسَ مِمَّا خَرَجَ

Puasa menjadi batal sebab adanya sesuatu yang masuk (ke dalam tubuh), bukan sebab sesuatu yang keluar (dari tubuh). (Al-Kasani, Bada’ius Shana’i, juz 2, halaman 92)

العِبْرَةُ بِالْوُصُوْلِ إِلَى الْجَوْفِ أَوِ الدِّمَاغِ مِنَ الْمَخَارِقِ الْأَصْلِيَّةِ، كَالْأَنْفِ وَالْأُذُنِ وَالدُّبُرِ

Yang menjadi patokan adalah sampainya sesuatu ke dalam perut atau otak melalui lubang asli, seperti hidung, telinga, dan dubur. (Imam Nawawi, Raudhatut Thalibin, juz 2, halaman 356)

وُجُوْدُ الْأَكْلِ صُوْرَةً يَكْفِيْ لِفَسَادِ الصَّوْمِ، حَتَّى لَوْ أَكَلَ حَصَاةً أَوْ نُوَاةً أَوْ خَشَبًا أَوْ حَشِيْشًا أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ مِمَّا لَا يُؤْكَلُ عَادَةً وَلَا يَحْصُلُ بِهِ قَوَامُ الْبَدَنِ، يُفْسِدُ الصَّوْمَ

Adanya bentuk kegiatan makan dapat membatalkan puasa, sekalipun jika seseorang makan kerikil, biji, kayu, rumput, atau yang sejenisnya, yaitu sesuatu yang tidak biasa dimakan, dan tidak dapat memperkuat tubuh, dapat membatalkan puasa. (Nawawi, Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, juz 6, halaman 315)

وُجُوْدُ الْجِمَاعِ مِنْ حَيْثُ الْمَعْنَى كَافٍ لِفَسَادِ الصَّوْمِ، حَتَّى لَوْ جَامَعَ امْرَأَتَهُ فِيْمَا دُوْنَ الْفَرْجِ فَأَنْزَلَ، أَوْ بَاشَرَهَا أَوْ قَبَّلَهَا أَوْ لَمِسَهَا بِشَهْوَةٍ فَأَنْزَلَ، يَفْسُدُ صَوْمُهُ

Adanya makna jima’ dapat membatalkan puasa, bahkan jika seseorang menggauli isterinya pada selain kemaluannya lalu keluar sperma, merabanya, menciumnya, atau menyentuhnya dengan syahwat lalu keluar sperma, maka puasanya menjadi batal. (Al-Syairozi, Al-Tanbih, juz 1, halaman 66)

Halaman
1234
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved