Waspadalah!
DATA yang dihimpun wartawan koran ini dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan menunjukkan, pada musim penghujan
DATA yang dihimpun wartawan koran ini dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan menunjukkan, pada musim penghujan saat ini, korban penyakit demam berdarah yang disebarkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti mulai bermunculan.
Nyamuk ini tidak “gigit pilih” korbannya. Siapa pun dan dari kalangan mana saja bisa tiba-tiba ambruk setelah ditulari virusnya. Warga kota, dan penduduk di gunung, memiliki risiko yang sama.
Disebutkan, dalam beberapa kasus, kini tak sedikit penderita demam berdarah dengue (DBD), yang --selain demam tak berkesudahan-- tidak lagi mengalami gejala berupa bintik-bintik atau bercak merah di tubuhnya.
Demam berdarah atau demam dengue adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Demam ini juga disebut sebagai “breakbone fever” atau “bonebreak fever” (demam sendi), karena demam ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa.
Kepala Dinkes Kalsel, Achmad Rudiansjah mengatakan DBD adalah salah satu penyakit yang perlu diwaspadai semua orang. Di Kalsel saja, pada 2015 lalu, setidaknya sudah 37 orang yang meninggal dari 370 penderita penyakit tersebut.
Jumlah itu mungkin saja belum bermakna banyak jika dilihat dari angka statistik dibandingkan dengan populasi. Namun tiap nyawa manusia sangatlah tidak tenilai, dan ia bukan semata angka. Jangankan 37, bahkan satu pun nyawa manusia sangatlah bermakna.
Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius segenap pihak, mengingat hingga kini belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue tersebut.
Sebagaimana diberitakan, korban berjatuhan hampir di semua kabupaten dan kota di wilayah ini. Karenanya, perlu kesadaran bersama dan sikap tanggap yang tinggi dari semua pihak terkait.
Masyarakat pun diingatkan untuk lebih waspada dan secara dini mengatasi kemunkinan terjadinya penularan virus.
Hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran vius itu antara lain memperkecil habitat nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk.
Hal lain yang mutlak jadi perhatian bersama ialah membangkitkan kesadaran untuk selalu bersegera memeriksakan diri ke rumah sakit, klinik atau ke dokter, manakala merasakan ada yang kurang beres pada tubuh.
Kewaspadaan harus makin ditingkatkan sebelum virus seperti itu dengan leluasa masuk dan menjalarkan penyakit tertentu. (*)