Hantu Valak dan Lailatul Qadar

Mengapa orang suka film hantu? Mungkin hanya karena ikut-ikutan atau sekadar iseng mengisi waktu liburan.

Editor: BPost Online

Oleh: Mujiburrahman
Akademisi IAIN Antasari Banjarmasin

Inilah fenomena unik Ramadan tahun ini. Antrean mengular naga jauh keluar ruang penjualan tiket Studio XXI, Duta Mall, Banjarmasin. Demi mendapatkan tiket untuk nonton film, mereka yang kebanyakan anak-anak mudaitu, rela antre berdiri meski tengah berpuasa. Salah satu film yang banyak digemari adalah The Conjuring 2, film horor dengan tokoh hantu yang kelak terkuak bernama Valak.

Mengapa orang suka film hantu? Mungkin hanya karena ikut-ikutan atau sekadar iseng mengisi waktu liburan. Tetapi mungkin pula karena kualitas filmnya sangat bagus. Entahlah. Saya sendiri tidak menonton film ini. Namun, saya kira salah satu sebab yang mendorong orang tertarik pada film ini adalah kerinduan pada sesuatu yang misterius, yang penuh rahasia, dan melampaui pengalaman biasa.

Pada abad ke-19, ketika sains dan teknologi mulai berjaya, para ilmuwan Barat yakin bahwa agama yang mengajarkan tentang misteri hidup manusia dan alam semesta, segera akan sirna. Semua yang dianggap misteri dapat diungkap oleh sains. Sains itu tidak misterius. Ia masuk akal (rasional) dan dapat dibuktikan dalam kenyataan oleh indra manusia (empiris). Karena itu, pada hakikatnya misteri itu tidak ada.

Sejalan dengan teori evolusi biologis Charles Darwin (1809-1882), sebagian ilmuwan sosial abad ke-19 melihat perubahan masyarakat dalam rangkaian tahapan tertentu. Bagi August Comte (1798-1857), tahapan itu bermula dari teologi, metafisika sampai positivisme, atau bagi J.G. Frazer (1854-1941), dari sihir, agama hingga sains. Intinya, teologi, metafisika, sihir, dan agama, semua akan digantikan oleh sains.

Tetapi pandangan mereka itu tidak terbukti. Hingga abad ke-21 ini, agama tetap eksis. Kini, mayoritas penduduk dunia masih memeluk agama tertentu. Di negara-negara sekuler dan komunis sekalipun, para peramal nasib dan dukun masih laku. Gerakan-gerakan kultus juga makin banyak. Tak lupa, novel-film yang berbau misteri laku keras, seperti Harry Potter, The Lord of The Rings, The Mummy, dan lain-lain.

Manusia dan alam semesta rupanya bukan sekadar benda yang dapat diindra. Ada alam lain, makhluk lain dan wujud lain. Agama berbicara tentang Tuhan, malaikat, jin, setan dan alam akhirat. Bagi para penolak agama, semua ini dianggap tidak ilmiah, dan karena itu tidak ada. Namun diam-diam, manusia rupanya tetap rindu pada yang gaib dan misteri itu. Mungkin, film adalah salah satu bentuk pelariannya.

Boleh jadi ada yang berkata, “Film itu kan sekadar hiburan. Kita semua tahu, film itu bohong-bohongan, bukan kenyataan.” Tetapi, jika para penonton itu betul-betul tidak percaya pada makhluk lain dan dunia lain dengan segala misterinya, mengapa mereka begitu terpukau dan hanyut menontonnya? Mengapa orang merasa sedih atau bahagia ketika menonton film cinta, padahal film itu juga pura-pura belaka?

Seperti makhluk gaib, cinta adalah misteri. Menurut Arvind Sharma, seorang dosen saya di McGill University, Kanada, cinta adalah salah satu misteri yang tersisa bagi manusia sekuler modern yang memberinya pengalaman akan rasa takjub, pesona sekaligus takut. Karena itu, baik cerita cinta atau misteri alam lain, keduanya menyembulkan kerinduan abadi manusia pada yang gaib dan misterius.

Salah satu misteri Ramadan adalah lailatul qadar, malam penentuan atau keagungan, yang nilainya lebih mulia dari seribu bulan. Pada malam itu, para malaikat yang dipimpin oleh Jibril, turun ke bumi. Menurut para ulama, lailatul qadar terjadi pada salah satu dari sepuluh malam terakhir Ramadan. Seperti diriwayatkan, Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya pada sepertiga terakhir Ramadan itu.

“Malam itu penuh kedamaian (salâm) hingga terbit fajar,” kata Alquran (QS 97:5). Kata salâm juga digunakan untuk surga sebagai rumah kedamaian (dârussalâm). Kata kaum Sufi, orang yang mengalami lailatul qadar, hidupnya akan damai dan bahagia sampai maut menjemputnya. Dia mendapatkan dua surga: kedamaian hati di dunia dan surga sejati di akhirat (QS 55:46). Alangkah beruntungnya!

Karena itu, bagi kaum beriman, berharap mendapatkan kemuliaan malam qadar melalui ibadah salat, berdoa kepada Allah dan memohon ampunan dari dosa-dosa, tentu lebih utama ketimbang hiburan menyaksikan misteri film horor hantuValak! (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved