Health Info

Bekam, Antara Tradisi dan Sains Modern

Selama ini, ia berobat ke dokter dan mengonsumsi obat sintetis. Sebulan terakhir, Awit mencoba bekam. "Jika ke dokter, rasa nyeri di kaki

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
kompas.com
Terapis bekam Solihin Abu Ilyas melakukan pemvakuman udara dalam kop bekam pada tubuh Awit Miosi di Tangerang Selatan, Selasa (30/8/2016). Bekam modern menggunakan peralatan lebih sederhana dan mengikuti standar medis. Pompa bekam dipilih untuk menggantikan proses pemvakuman dengan pembakaran udara dalam kop atau pemakaian kompresor. 

Manfaat bagi daya tahan tubuh juga dikatakan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di RS Hermina Jatinegara, Jakarta, Ida Narulita Dewi. "Kalangan medis membuktikan bekam meningkatkan sebagian respons imunitas tubuh hingga meningkatkan kekebalan tubuh melawan gangguan tubuh," ujarnya.

Bekam juga menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat pada penderita obesitas. Pengeluaran darah itu juga akan mengurangi kadar zat besi dalam darah hingga mengurangi risiko jantung dan pembuluh darah.

Namun, seperti ditulis Ida dalam Manfaat Terapi Bekam Menurut Perspektif Medis dan Non Medis, 2014, racun dalam darah tak bisa dibuang hanya dengan mengeluarkan sedikit darah seperti saat berbekam. Pengeluaran racun, secara alamiah, dilakukan ginjal dan hati melalui urine.

Berkembang

Meski ada pertentangan manfaat, memahami bekam melalui ilmu kedokteran modern terus dilakukan. Dokter dan tenaga kesehatan lain mulai mempelajari.

Bahkan, beberapa kajian dokter itu, kini jadi rujukan terapis bekam, seperti dokter Wadda' A Umar dari Lamongan, penulis buku Sembuh dengan Satu Titik, atau Achmad Ali Ridho di Semarang, penulis Bekam Sinergi.

Metode bekam masa kini pun lebih kaya. Tak hanya mengandalkan ilmu dan metode yang diwariskan terapis bekam masa lalu, tetapi juga memadukannya dengan ilmu kedokteran modern serta kedokteran tradisional Tiongkok. Meski begitu, upaya uji klinik bekam yang selalu dituntut dalam ilmu kedokteran modern untuk pelayanan berbasis bukti, harus terus didorong dilakukan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved