10 Pandemi Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

Virus, bakteri, memang tak kenal ampun. Keganasan mereka tak mengenal batas negara dan benua. Dengan ukurannya yang mikroskopis, virus dan bakteri

Tayang:
Editor: Eka Dinayanti
intisari online
Keganasan virus dan bakteri tak mengenal ampun. Sejarah mencatat ada banyak pandemi atau kematian massal akibat serangan virus dan bakteri. 

Gejala: demam, sakit kepala, lemas, batuk, diare, dan muncul bintik-bintik merah pada tubuh.

Tipus (430 SM - sekarang)
Perlu diperhatikan bahwa typhus yang satu ini berbeda dengan yang kita kenal sebagai tifus atau demam tifoid. Bila demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhii, maka Typhus disebabkan oleh bakteri Rickettsia yang dibawa oleh binatang pengerat seperti tikus. Di masa Perang Dunia II, penyakit ini lebih dikenal dengan nama demam penjara atau (jail fever) dan berhasil menelan korban jiwa hingga 8 juta orang.

Gejala: ruam, demam, batuk-batuk, mual-mual, dan muntah-muntah.

Kolera (1817 - sekarang)
Berawal dari India dan terus menyebar hingga mencapai Cina. Pada tahun 1817, wabah kolera menyerang Eropa bagian barat dan Amerika. Hasilnya, ribuan tentara Inggris meninggal. Beruntung, karena sekarang obatnya sudah ditemukan, sehingga kasus-kasus kematian akibat kolera sekarang makin jarang terjadi.

Gejala: diare, muntah-muntah, mual, dan dehidrasi.

Flu Hong Kong (1968 - 1969)
Kategori pandemik dua untuk virus influenza. Flu Hong Kong disebabkan oleh virus H3N2 yang merupakan turunan dari virus H2N2. Walau wabah ini hanya terjadi dalam rentang waktu satu tahun, namun dampaknya sungguh luar biasa. Wabah ini masuk sebagai pandemi mematikan ke-10 dengan total korban jiwa mencapai 1 juta orang.

Sumber: Intisari Online
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved