Dugaan Suap PDAM
Waduh, Runner Up Puteri Indonesia Mengaku Terima Uang dari Tersangka Dugaan Suap
Runner Up Puteri Indonesia Mengaku Terima Uang dari Tersangka Dugaan Suap, Diserahkan Jelang Salat Ashar
Penulis: Irfani Rahman | Editor: Royan Naimi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hajah Ananda, anggota sekaligus Ketua DPRD Kota Banjarmasin, hadir di PN Tipikor Banjarmasin, Selasa (28/11/2017).
Bersama enam anggota DPRD Kota Banjarmasin lainnya, Ananda memberi keterangan di pengadilan sebagai saksi atas kasus dugaan suap penyertaan modal PDAM Bandarmasih dengan terdakwa mantan Dirutnya Muslih dan Manajer Keuangan Trensis.
Terungkap di persidangan, Ananda yang juga pernah menjadi runner up 1 ajang Puteri Indonesia 2006 ini menerima uang dari anggota DPRD Banjarmasin Andi Effendi, yang juga jadi tersangka kasus yang sama.
CUKUP Banyaknya saksi yang dihadirkan jaksa KPK membiat sidang sempat diskor untuk istirahat pada pukul 12;10 Wita oleh majelis hakim yang diketuai oleh Sinar Hamonangan Purba, Affandi serta Dana Hanura ini dan dilanjutkan pada pukul 13:10 Wita.
Baca: Gila! Gaji Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez Bisa Beli 5 rumah Tipe 36 Tiap Bulan
Baca: Oh Ternyata Tidak Bisa Sembarangan Lho Mengolah Daging Sapi Impor Beku, Begini Caranya
Ananda menuturkan ia telah menjadi anggota dewan selama dua priode dari 2011 hingga sekarang.
JPU sendiri sempat mempertanyakan soal raperda Penyertaan Modal PDAM ini dan menurut Ananda pada akhir Agustus lalu memang ada paripurna raperda pembentukan penyertaan modal PDAM dimana dibentuk panitia khusus.
"Seingat saya pada rapat paripurna akhir agustus saya tidak hadir dan ia mendengar anggotanya dati komisi 1 dan komisi 2 dan dibentik panitia khusus dengan diketuai Andi Effendi," paparnya seraya mengiyakan bahwa pada pansus penyertaan modal ini anggotanya dari semua komisi.
Mantan Putri Indonesia ini pun membantah jika pada rapat ini ada membahas fee untuk anggota dewan.
Menurutnya pada 14 September saat rapat Paripurna Penyertaan Modal PDAM tersebut ia melihat Muslih memang hadir.
Pada kesempatan ini Nanda pun mengiyakan bahwa pada 14 September itu ia ada menerima sejumlah uang dari Andi Effendi.
"Pas azan saya salat asar di ruang komisi 2, setelah salat saya lihat pak Andi sudah disamping saya, saat saya lipat mukena ia kasih uang, kata beliau pegang aja bun," ucap Nanda ketika ditanya jaksa.
Menurut Nanda ia sempat bertanya namun Andi mengatakan dirinya akan bicara namun salat dulu.
"Katanya nanti saya omong, saya angkat takbir dulu," ucap Nanda seraya mengatakan Andi kemudian salat di tempatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/hj-ananda_20171129_084916.jpg)