Peringatan yang Menyelamatkan

Kejadian separah apa pun bisa jadi mendatangkan kebaikan, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Editor: BPost Online
BPost Cetak
Ilustrasi 

BELUM genap seminggu memasuki awal 2018, warga Banua sudah dikejutkan dengan dua kejadian menggemparkan dan begitu memprihatinkan.

Diawali kejadian pada Kamis (4/1), Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H Abdul Latif terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Abdul Latif dijemput petugas KPK saat berada di ruang kerjanya di Pemkab HST. Petugas KPK juga membawa Ketua Kadin HST Fauzan Rifani, Direktur Utama PT Sugriwa Agung Abdul Basit, termasuk juga yang diamankan terkait kasus sama, Direktur Utama PT Menara Agung, Donny Winoto. Keempatnya kini menyadang status tersangka terkait dugaan kasus suap proyek RSUD Damanhuri dan kini menjadi tahanan KPK.

Belum habis keterkejutan kita, sehari berikutnya pada Jumat (5/1) seorang oknum polisi dari Sabhara Polres Tabalong, Brigadir Jumadi, melakukan perampokan uang Bank Mandiri. Ironisnya, Jumadi yang bertugas melakukan pengawalan pengamanan untuk pengambilan uang Rp 10 miliar dari kantor pusat Bank Mandiri Banjarmasin ke kantor Bank Mandiri di Tanjung, justru menjadi pelaku perampokan, merampas uang bank dan sempat menyandera kasir serta sopir mobil bank ketika mobil melintas di Martapura. Tapi kejahatan yang dilakukan bersama kawannya, Yongky, dapat terbongkar dan keduanya berhasil ditangkap dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Polisi berhasil mengamankan barang bukti uang Rp 9,6 miliar.

Meski dipandang sebagai aib, namun dua kejadian di awal 2018 ini patut menjadi bahan instrospeksi kita bersama dan masing-masing pribadi. Tuhan meletakkan kejadian sedemikian rupa tentu mengandung hikmah yang besar apabila disikapi secara positif. Baik bagi pribadi dan pihak yang terlibat maupun di luarnya.

Kejadian separah apa pun bisa jadi mendatangkan kebaikan, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Ketika petugas KPK melakukan pemeriksaan aset bupati HST, ada enam mobil mewah terparkir di garasi rumahnya, satu unit Hummer, satu unit Alphard, satu unit Sedan BMW, dua unit Rubicon, satu unit Toyota Lexus, satu unit Cadilac putih, dan satu unit Land Cruiser. Warga pun lagi-lagi dibuat geleng-geleng kepala dengan kehidupan yang wah bupati.

Sementara itu, tersangka kasus perampokan Brigadir Jumadi, dilatari gaya hidup hedonis alias suka hura-hura. Berdasarkan rekam jejak, Brigadir Jumadi sudah memiliki tiga pelanggaran sebelum tertangkap melakukan perampokan. Dia telah menelantarkan istri, terlibat narkoba dan meninggalkan tugas.

Mengutip kalimat hikmah Abu Hamid Al Ghazali (Imam Ghazali), “Yang paling berat di dunia ini adalah memegang amanah dan yang paling besar (bahaya) di dunia ini adalah hawa nafsu”.

Kejadian ini akan menjadi peringatan yang menyelamatkan jika kita benar-benar ingin kembali ke jalan yang benar secara hukum formal dan agama. Hidup dalam kebaikan. Semoga ini menjadi bahan instrospeksi bersama yang menyelamatkan dari bahaya kejahatan nafsu dan moralitas. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved