Health Info

Lebih Bahaya Mana ya, Kebanyakan Gula Atau Garam? Ternyata!

Kita sudah sering mendengar bahwa kebanyakan makanan yang manis atau asin berbahaya buat kesehatan.

Editor: Ernawati
Net
Ilustrasi gula 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kita sudah sering mendengar bahwa kebanyakan makanan yang manis atau asin berbahaya buat kesehatan.

Baik gula dan garam masing-masing memang punya risikonya sendiri bagi tubuh.

Namun, di antara keduanya, sebenarnya mana yang lebih buruk? Apakah kebanyakan gula atau kebanyakan garam?

Baca: Kronologi Pertemuan Tim 11 Alumni 212 dengan Presiden Jokowi, Ternyata Awalnya Terkait Habib Rizieq

Gula dibutuhkan manusia sebagai sumber karbohidrat sederhana.

Karbohidrat diperlukan untuk menghasilkan kalori (energi).

Energi sendiri digunakan untuk menjalankan bermacam-macam tugas.

Misalnya fungsi kognitif otak, fungsi sistem pencernaan, dan fungsi gerak tubuh.
Sementara itu, zat mineral bernama natrium yang terkandung dalam garam dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Pada dasarnya, kelebihan asupan apa pun tak baik buat kesehatan Anda.

Akan tetapi, tak ada salahnya untuk mencari tahu perbandingan bahaya antara pola makan kebanyakan gula dan kebanyakan garam.

Bahaya kebanyakan garam Kekhawatiran terbesar para ahli gizi dan tenaga kesehatan seputar bahaya kebanyakan garam adalah risiko tekanan darah tinggi (hipertensi).

Ini karena dalam tubuh, natrium dalam garam bertugas untuk menahan cairan dalam tubuh.

Kalau seseorang kebanyakan garam, makin banyak pula cairan yang menumpuk atau terjebak di pembuluh darah, ginjal, jantung, serta otak.

Akibatnya, ia bisa mengalami hipertensi. Hipertensi dapat meningkatkan risiko komplikasi yang fatal seperti serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

Kebanyakan gula ternyata lebih bahaya Bahaya dari kebanyakan konsumsi gula jauh lebih rumit daripada garam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved