Berita Tanahlaut

Besok, KPU Gelar Rekapitulasi Suara Pilkada Tanahlaut

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanahlaut menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati

Besok, KPU Gelar Rekapitulasi Suara Pilkada Tanahlaut
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Dua petugas PPS membuka kota suara saat penghitungan suara di PPK Batibati di Aula Kantor Kecamatan Batibati, Selasa (3/7/2018). 

 BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanahlaut menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanahlaut tingkat Kabupaten.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, kegiatan itu berlangsung di Aula Hotel Sinar di Jalan KH Mansyur, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Rabu (4/7/2018) sekitar pukul 09.00 Wita.

Ketua KPU Kabupaten Tanahlaut, Arif Mukhyar dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Selasa (3/7/2018) terkait kesiapan, mengaku kegiatan itu tinggal pelaksanaan saja.

Baca: Viral, Banyaknya Video Tik Tok Mengandung Hal Negatif, Warganet Mempetisinya Agar Diblokir

Arif Mukhyar mengaku sebelumnya sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, seperti Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Tanahlaut dan Kepolisian Resor Tanahlaut.

Menurut Arif Mukhyar, rapat pleno terbuka rekapitulasi suara nantinya, merupakan hasil dari rekapitulasi sebelumnya di tingkat kecamatan yang dilaksanakan oleh 11 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Baca: Jadwal Pendaftaran CPNS 2018, BKN Persiapkan Situs Pendaftaran di Link Ini

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanahlaut, Marsudi mengaku akan datang mengawasi proses pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi suara tersebut.

Menurut Marsudi, tahapan pungut hitung Pilkada di Kabupaten Tanahlaut, puncaknya proses rapat pleno rekapitulasi suara di tingkat Kabupaten yang dilaksanakan KPU Kabupaten Tanahlaut.

Baca: Link Pengumuman SBMPTN 2018, Klik di Sini Untuk UI, UGM, ITB, IPB dan lainnya

Ditanya apakah ada kemungkinan terjadi sengketa dalam penetapan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi suara?

Marsudi meragukan adanya sengketa. Itu karena selisih suara antara pasangan calon nomor urut 1 dengan suara pasangan calon nomor urut 2 sangat jauh.

"Syarat sengketa perselisihan suara itu 1,2 persen. Ini suara selisihnya mencapai 25 persen. Sangat tidak mungkin Mahkamah Konstitusi menerima pengaduan," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved