Kisah Badut di Jalanan Kalsel

Walaupun Berkeringat Berjam-jam, Ternyata Ini Rahasia yang Menguatkan Sosok di Balik Badut di Kalsel

Walaupun Berkeringat Berjam-jam, Ternyata Ini Rahasia yang Menguatkan Sosok di Balik Badut di Kalsel

Walaupun Berkeringat Berjam-jam, Ternyata Ini Rahasia yang Menguatkan Sosok di Balik Badut di Kalsel
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Badut Ying saat mengais rezeki di pinggir jalan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Rela berjam-jam bermandikan keringat, ternyata ada sosok-sosok yang menguatkan para badut untuk mengais rezeki di pinggir jalan mengharapkan uluran tangan pengendara di Jalan A Yani Martapura yang melintas.

Sosok di balik Badut Ying, Fahyani mengatakan, menjadi badut bukanlah perkara gampang dan mudah. Selain rela mandi keringat dan harus tahan berjam-jam berdiri di pinggir jalan menghibur pengendara yang lewat.

“Menguatkan saya seperti ini karena terbayang-bayang wajah orang tua yang yang hanya ada Ibu, beliau sudah berusia 60 tahun ke atas. Membantu beliah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sebelum menjadi badut, dirinya hanyalah buruh tani di kampung, Desa Sungaipinang Lama, Sungaitatang, Sungaitabuk. Atas ajakan teman akhirnya merantau ke Martapura menjadi badut.

Baca: Badut Ying Selalu Umbar Senyum, Inilah Sosok di Baliknya dan Fakta Sebenarnya Profesi Badut di Jalan

Baca: Jadwal & Lokasi Tes SKB CPNS 2018 Diumumkan, Pemkab Ini Rilis Syarat dan Ketentuan Peserta

Baca: Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS 2018 Sudah Dilakukan, Pemko Umumkan Jadwal Tes SKB di Link Ini

Baca: Adik Syahrini, Aisyahrani Ungkap Hubungan Kakaknya dengan Reino Barack

“Sudah satu tahun lebih, dan bersyukur hasil yang didapat lumayan. Mencari pekerjaan lain juga sudah susah,” ucap remaja yang hanya menamatkan bangku sekolah dasar itu.

Kostum badut Ying yang digunakannya bukanlah milik sendiri, melainkan menyewa dengan sistem bagi hasil dengan pemiliknya di Martapura. Setiap tiga hari sekali, kostum tersebut di cuci.

Boneka salju, M Farisi (17) juga rela bermandikan keringat dan menahan penat setiap harinya. Tekad kuat membantu orangtua dan bisa menamatkan sekolah di jenjang perguruan tinggi menjadi motivasinya setiap hari.

Baca: Fakta-fakta Terbaru 31 Pekerja Jembatan di Papua Dibunuh KKB, Mulai Foto, Penyebab Hingga DPRD

Baca: Ini Deretan Novel Karya NH Dini, Sastrawan yang Meninggal Karena Kecelakaan

Baca: Delapan Orang Meninggal, Ratusan Orang Dirawat di Kalimantan Tengah, Ada Apa di Sana ?

“Ingin sekali membanggakan kedua orangtua saya yang hanya pencuci botol. Mandi keringat dan rasa penat saya lawan, karena bagi saya inilah arti sebuah perjuangan hidup dan perjalanan hidup saya, mudahan berkah,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

(banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis:
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved