Health Info
Cara Mudah Rem Nafsu Makan, Konsumsi Protein dan Tinggi Serat Jadi Solusi
Cara Mudah Rem Nafsu Makan, Konsumsi Protein dan Tinggi Serat Jadi Solusi
Penulis: Noor Masrida | Editor: Restudia
BANJARMASINPOST.CO.ID - Simak cara mudah mencegah keinginan untuk selalu makan.
Pernahkah kamu merasa kalau kamu selalu ingin makan?
Entah keinginan yang muncul tiba-tiba saat kamu melihat jajanan di pinggir jalan, atau karena teringat makanan yang disimpan di kulkas.
Apalagi hal ini terjadi pada kamu yang sedang berusaha menurunkan berat badan atau menjalani pola hidup sehat.
Baca: Jawaban Kalapas Sukamiskin Soal Adanya Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu yang Dikelola Napi
Baca: Artis & Model Seksi Ini Berminat Gunakan Bilik Asmara di Lapas Seperti Inneke Koesherawati
Baca: Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu Dikelola Suami Inneke Koesherawati, Jaksa KPK : Istimewa
Baca: Sudah Jadi Istri Irwan Mussry, Maia Estianty Sebut Pelakor Depan Dul Jaelani, Untuk Mulan Jameela?
Padahal, rasa lapar tersebut bisa saja muncul karena kita tidak mengkonsumsi jenis makanan yang tepat sehingga akhirnya perut susah merasa kenyang.
Dikutip dari laman Kompas.com, Kamis (06/12/2018) pelatih kebugaran dan gaya hidup Marci Nevin melalui akun Instagramnya @marcinevin mengunggah beberapa saran tentang jenis makanan yang harus dikonsumsi untuk menekan rasa lapar.
Setidaknya, ada sembilan pilihan makanan yang bisa dikonsumsi agar di sela waktu makan tak merasa lapar.
1. Makan porsi besar namun jarang
Ada mitos bahwa makan dengan porsi kecil namun sering akan meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu menurunkan berat badan.
Padahal,tubuh kita terbiasa dengan jarak makan yang sudah kita lakukan setiap hari.
Sehingga, jika ketika membiasakan diri makan dengan porsi kecil namun sering, tubuh akan mengharapkan makanan setiap beberapa jam sekali.
Marci lebih menyarankan makan dengan porsi besar karena cenderung lebih memuaskan rasa lapar.
Usahakan membuat jarak antar makan besar setiap empat atau lima jam.
Rutinitas ini akan membuatmu lebih jarang memikirkan makanan.
2. Memprioritaskan protein
Buatlah target mengkonsumsi sekitar 0.8 hingga 1.5 gram protein tanpa lemak per pon berat badan (1 pon = 0.45kg).
Marci menyarankan kita untuk mengalokasikan setidaknya 20-30 persen protein dari porsi makan sehari.
Konsumsi protein tanpa lemak seperti ikan, tahu, telur, atau daging kalkun sangat direkomendasikan.
Selain menjaga agar kita tetap kenyang lebih lama, protein juga menyediakan energi bagi tubuh dan membakar lebih banyak kalori ketika dicerna.
3. Konsumsi makanan tinggi serat dan volume
Marci menjelaskan, makanan dengan serat dan volume tinggi cenderung memiliki sedikit kalori. Makanan-makanan tersebut juga akan membuat kita lebih cepat kenyang.
"Pastikan piring makan kita penuh dengan makanan seperti sayur-sayuran berserat, oatmeal, putih telur, dan buah-buahan rendah kalori," ujar Marci.
4. Sertakan lemak sehat
Lemak dimetabolisme dengan lambat sehingga membuat kita merasa kenyang lebih lama.
Usahakan mengkonsumsi lemak sehat tak jenuh seperti salmon, alpukat, telur, kacang, dan biji-bijian pada setiap makan.
Bisa juga menjadikan alpukat atau biji bunga matahari sebagai cemilan. "Menambahkan cemilan lemak sehat akan memperpanjang rasa lapar kita hingga ke waktu makan berikutnya," kata Marci.
5. Konsumsi makanan bernutrisi yang kita sukai
Banyak persepsi rasa lapar dikaitkan dengan seberapa memuaskannya satu menu makanan.
Jika kita mengkonsumsi ayam tawar dan brokoli rebus, kemungkinan kita merasa lapar akan lebih besar karena kita sebetulnya tak begitu menikmati makanan tersebut.
“Pilihlah menu makanan sehat favoritmu sendiri," katanya.
6. Batasi makanan yang terlalu enak
Batasi konsumsi makanan yang terlalu enak, terutama makanan yang diproses, tinggi gula, tinggi karbohidrat, seperti kue, donat, keripik kentang, atau biskuit.
Pakar nutrisi Susannah Southern, RDN, LDN mengatakan, konsumsi jenis makanan tersebut akan lebih cepat membuat lapar daripada yang kita duga.
Makan makanan ini juga membuat kita lebih sering lapar.
7. Hindari minuman berkalori
Ahli gizi Stephanie Clarke mengatakan bahwa smoothie terasa mengenyangkan karena terasa seperti es krim leleh dan praktis.
Padahal, banyak smoothie mengandung sekitar 800 kalori.
Konsumsi smoothie akan membuat kita lebih mudah lapar.
Sama seperti ketika mengkonsumsi minuman tinggi kalori seperti soda, jus buah atau cocktail.
Jika kamu ingin memuaskan rasa lapar, pilihlah makanan ketimbang minuman berkalori.
8. Minum minuman bebas kalori
Seringkali kita salah menerjemahkan rasa haus dan lapar.
Minum minuman bebas kalori akan membuat kita tetap terhidrasi sekaligus merasa kenyang hingga waktu makan berikutnya.
Hindari konsumsi minuman bergula yang tak akan membuat kita kenyang.
Pilihlah air putih, teh atau kopi hitam tanpa gula.
9. Tanya diri sendiri: apakah benar-benar lapar atau hanya ingin makan
Penting untuk bertanya pada diri sendiri, apakah kita benar-benar merasa lapar atau hanya ingin makan karena kesal, stres, bosan, lelah, atau karena lapar mata?
Jujurlah pada diri sendiri dan makan hanya ketika merasa lapar.
(Banjarmasinpost.co.id/noor masrida)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/diet-keto_20180805_143359.jpg)