Berita Banjarmasin
370 Mahasiswa Jurusan BK ULM diajarkan Manfaat Tekhnologi Untuk Tangani Client
Kurang lebih 370 mahasiswa Prodi FKIP jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dibekali pengetahuan baru.
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Eka Dinayanti
Serta ia mengingatkan agar mahasiswa BK lebih peka pada kehidupan masyarakat, agar bisa memberikan pelayanan.
Ketua Program Study BK FKIP ULM, Dr Ririanti Rachmayanie mengatakan, kuliah umum yang digelar oleh BK merupakan rutinitas semester.
Acara tersebut digelar untuk semeter satu.
Namun peserta yang ikut juga dari angkatan 2015 hingga 2018.
"Jadi tujuannya kuliah umum adalah untuk berbagi wawasan, keterampilan pada bidang ilmu bimbingan dan konseling kepada mahasiswa dengan menghadirkan seseorang yang expert di bidangnya," ucap Ririanti.
Tentunya, melalui kuliah umum itu, sebutnya mahasiswa juga bisa mendapatkan ilmu selain dari dosen internal di Prodi mereka.
Ririanti berharap mahasiswa dapat menyerap informasi tersebut dan bisa mengaplikasikannya pada pemberian layanan bimbingan konseling.
Selain itu, sebagai mahasiswa prodi BK, mahasiswa juga mengecap pendidikan serupa di bangku kuliah dan laksanakan praktek konseling.
Sementara itu, sebagai peserta kuliah umum, mahasiswa jurusan Ilmu Pendidikan, Prodi BK Farah Nur Sabila, merasa mendapatkan wawasan baru.
Perempuan yang merupakan Duta BK 2018 menangkap bagaimana seorang calon konselor harus memahami.
Tidak harus semata-mata memberikan konseling saja. Melainkan harus memahami bagaimana era perkembangan di Indonesia
"Dari kuliah umum tadi, kami juga diajarkan bagaimana memanfaatkan hal-hal yang positif di era revolusi industri 4.0 menuju era Society 5.0," ucap Farah.
Dari apa yang ia dapat, Farah merasa kalau dirinya harus benar-benar memanfaatkan tekhnologi untuk pemberian konseling kelada client.
Selain itu lebih peka terhadap setiap daerah di Indonesia.
(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)