Berita Banjar

Ruang Tenang Sambang Lihum Mulai Dimanfaatkan, Begini Suasananya

Sejak awal Mei 2019 lalu, bangunan megah dua lantai Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum tak senyap lagi.

Ruang Tenang Sambang Lihum Mulai Dimanfaatkan, Begini Suasananya
banjarmasinpost.co.id/idda royani
HARU - Perempuan tua ini lembut mewejangi sang anak yang dirawat di RSJ Sambang Lihum, Kamis (09/05/2019) siang. 

"Gundul lah ikam sekarang. Babaik-baik lah di sini. Ini mama kadida bawa makanan, orang puasaan kadada nang bajualan. Ini ada wadai dikit haja. (Sekarang kamu gundul ya. Selama ini bersikap yang baik. Mama tak bawa makanan, orang puasa tidak ada yang berjualan. Ini ada kue sedikit)," ucap nenek tua itu.

Sang anak langsung membuka kotak plastik berisi kue basah itu dan bergegas menyatapnya. "Ikam kada puasa kah? (Kamu tidak puasa?)" tanya sang mama. "Sudah bulan puasa kah ini, Ma?" si anak bertanya balik.

Sembari mengusap-usap kepala dan bahu sang anak, perempuan berusia 90 tahun itu melanjutkan mewejangi sang anak. Ia kemudian membuka buntalan kain kecil berisi uang.

"Mama kada baisi banyak duit. Ini haja apik'i (Mama tidak punya banyak uang. Ini saja gunakan sebaik mungkin)," ucapnya sembari menyerahkan selembar uang kertas nominal Rp 10 ribu.

Itulah gambaran suasana di Ruang Tenang RSJ Sambang Lihum yang baru diresmikan, pekan terakhir April lalu. Sejak awal Mei, semua pasien jiwa dipindahkan ke tempat itu berhubung Ruang Tenang yang lama akan direnovasi.

Humas RSJ Sambang Lihum, Julianta, mengatakan ada 46 orang pasien jiwa yang saat ini menjalani perawatan di Ruang Tenang baru teraebut.

"Yang dirawat di Ruang Tenang ini yang kondisi kejiwaanya sudah agak stabil. Sebagian lagi ada dirawat di ruangan lain," sebutnya.

Baca: Blak-blakan Ashanty Soal Hubungan Aurel Hermansyah dengan Verrell Bramasta Atau Atta Halilintar

Baca: Hasil Tes Kehamilan Paula Verhoeven Didapat, Baim Wong Malah Lakukan Hal Misterius

Jumlah total pasien di RSJ Sambang Lihum saat ini sebanyak 190 orang. Sebagiannya adalah pasien yang mengalami ketergantungan narkoba. Ruang perawatannya berbeda tempat karena sakit yang yang dialami juga beda.

Dirut RSJ Sambang Lihum dr H IBG Dharma Putra MKM menuturkan sejak beberapa tahun lalu, pada bulan suci Ramadan kalangan pasien (muslim) juga dibiasakan untuk berpuasa.

Sebagian sanggup menjalani puasa hingga tuntas. Sementara sebagian lainnya kadang hanya sanggup hingga tengah hari. Namun setidaknya seluruhnya menurut dan senang diajak menunaikan rukun Islam ketiga itu. Saat sahur, semua juga bangun dan bersantap sahur.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved