Berita Tanahlaut

Setiap Jumat dan Sabtu Galang Dana, Ternyata Komunitas Relawan Remaja Ini Bantu Pasien Tidak Mampu

Setiap Jumat dan Sabtu Relawan Remaja Tala (R2T), mengadakan penggalangan dana di lampu merah Jalan A Syairani, Pelaihari, Tanahlaut

Setiap Jumat dan Sabtu Galang Dana, Ternyata Komunitas Relawan Remaja Ini Bantu Pasien Tidak Mampu
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Tim R2T menggalang dana di perempatan trafict light Jalan A Syairani, Pelaihari, Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO,ID, PELAIHARI - Berawal dari kumpulan remaja yang hendak melakukan kegiatan sosial, Relawan Remaja Tala (Tanahlaut) terbentuk. Mereka merupakan para remaja usia sekolah yang berkeinginan membantu orang tidak mampu.

Dalam komunitas remaja yang bergerak di bidang sosial ini, tentunya juga terlibat sejumlah pembina dan penasehat. Struktur organisasi mereka juga sebagian diisi oleh orang-orang dewasa yang memahami visi dan misi dari organisasi tersebut.

Setiap Jumat dan Sabtu Relawan Remaja Tala (R2T), mengadakan penggalangan dana di lampu merah Jalan A Syairani, Pelaihari, Tanahlaut, begitupun hari ini, Sabtu (13/7/2019).

Dana tersebut, disampaikan oleh Bendahara R2T, Ravina Afifah digunakan untuk sejumlah orang yang dibantu oleh R2T. Termasuk untuk operational ambulan.

Baca: Tak Bisa Intervensi Aturan PPDB Online, DPRD Akan Dukung Pembangunan SMAN Baru

Baca: Minat Masuk SMA Masih Tinggi, Disdikbud Kalsel Wacanakan Pembangunan Sekolah Baru dengan Syarat ini

Baca: Pertengahan Tahun 2019, Kanwil DJBC Kalbagsel Sudah Terbitkan Sembilan SPDP Bidang Cukai

Baca: Penyebab Warga Pasang Portal di Simpang Adhyaksa, Ketua RT Singgung Pengguna Jalan yang Tak Sopan

“Ada beberapa orang atau pasien yang tidak mampu dan kami bantu. Kami membantu mereka untuk pengobatan, check up ke rumah sakit dan lainnya yang dibutuhkan hingga mereka sembuh. Jadi bukan membatu sekali kemudian dilepas begitu saja,” ucap perempuan yang akrab disapa Bunda Vina tersebut.

Sedikitnya, ada enam orang yang menjadi pasien wajib didampingi untuk pengobatan dalam setiap minggunya. Terutama pasien cuci darah.

Sebut Bunda Vina, semua pasien tersebut memang dianggap tidak mampu. Apalagi, sebelum memberikan bantuan sosial, timnya juga melakukan survey ke pasien yang bersangkutan.

Tak jarang anggota R2T juga mendapat informasi atau permintaan untuk membantu warga yang mengalami pesakitan namun tidak mampu berobat. Baik untuk biaya ke rumah sakit, maupun biaya transportasi untuk menuju tempat pelayanan kesehatan itu.

Selain cuci darah, R2T juga mengantarkan pasien yang mereka tangani untuk check up. Di antaranya ada pasien jantung bocor yang setiap satu bulan sekali harus ke RSUD Ulin Banjarmasin, serta penderita kanker payudara yang tiga bulan sekali juga harus melakukan check up.

Tak hanya itu, R2T juga menangani biaya pasien BPJS hingga empat orang.

Baca: Mulan Jameela Tuliskan Ini Saat Pacar El Rumi Bandingkan Dirinya dan Maia Estianty

Baca: Penyebab Warga Pasang Portal di Simpang Adhyaksa, Ketua RT Singgung Pengguna Jalan yang Tak Sopan

Baca: Menang 2-1 atas Arema FC, Ini Komentar Pelatih Barito Putera U-18

Dana sumbangan yang selalu mereka galang pada Jumat dan Sabtu itu ujar Bunda Vina diperuntukan sebagai biaya penanganan pasien. Secara tidak langsung juga membantu oranglain untuk bersedekah.

“Beginilah kami berupaya membantu mereka. Kami hanya bisa menadahkan kotak sumbangan sembari berdiri di lampu merah untuk membantu mereka yang tidak mampu untuk kembali sehat,” ucap perempuan yang juga mengajar di SMA Tambangulang tersebut.

Tak jarang kelompok ini juga mengumpulkan dana untuk bencana alam. Baik yang terjadi di Tanahlaut, maupun di luar daerah, seperti insiden tsunami di Palu beberapa waktu lalu.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved