Berita Banjar

Air Leding Macet dan Air Sungai Asin, Warga Aluh-aluh Terpaksa Beli Air, Segini Harganya

Warga di Kecamatan Aluh-aluh mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sebagian besar warga saat ini terpaksa beli air dari pedagang air keliling

Air Leding Macet dan Air Sungai Asin, Warga Aluh-aluh Terpaksa Beli Air, Segini Harganya
Dari Helman untuk Bpost
ASINĀ - Beginilah kondisi sungai di Desa Simpangwarga, Kecamatan Aluhaluhbesar. Sebagian warga memanfaat air sungai setempat untuk minum. Namun sekarang tak bisa lagi karena airnya berubah jadi asin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Cuaca panas yang kian menyengat sejak beberapa pekan terakhir mulai memunculkan dampak yang kompleks, termasuk di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). S

elain tanaman padi yang kekurangan air, sebagian warga di daerah ini sekarang juga mulai kesulitan mencukupi kebutuhan air bersih.

Hal ini menyusul tak lancarnya distribusi air bersih PDAM Intan Banjar, sementara air sungai juga mulai asin.

Karenanya, sebagian warga setempat pun saat ini terpaksa membeli air bersih pada pedagang air keliling. Sementara sebagian lainnya masih memanfaatkan sisa air bersih yang ada.

Baca: Hasil PSM Makassar vs Persija Jakarta Leg 2 Final Piala Indonesia, Skor Babak Pertama 1-0, Gol Aaron

Baca: Dijemput Polisi untuk Pelimpahan Kasus, Tahanan Ini Justru Kedapatan Bawa Sabu

Baca: Alami Bacokan Berkali-Kali, Syahrani Sempat Baku Hantam Dengan Terduga Pelaku Pencurian di Rumahnya

Baca: Setelah Hadiri Rakor Karhutla Nasional di Istana Negara, Dandim Martapura Sampaikan Pesan Jokowi

"Memang sekarang air bersih mulai susah di kampung kami, sejak bulan kemarin (Juli). Tapi sementara ini saya belum beli air karena masih ada persediaan air," ucap Helman, warga Desa Simpangwarga, Kecamatan Aluhaluhe Besar, Kabupaten Banjar, Selasa (06/08/2019).

Ia menuturkan stok air bersih miliknya pun juga kian menipis. Itu pun hanya bersumber air sungai setempat yang ia tampung (diendapkan).

"Saya tak punya uang pasang leding, jadi selama ini ya cuma pakai air sungai untuk minum dan memasak," aku Helman.

Namun sejak beberapa pekan lalu, lanjutnya, air sungai di kampungnya mulai asin sehingga otomatis tak bisa dimanfaatkan untuk ait minum.

"Ya kalau nanti air persediaan sudah habis, mau gak mau beli," tandasnya.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan air bersih warga di wilayah Aluhaluh. Pasalnya hampir seluruh desa di Aluhaluh tiap musim kemarau selalu kesulitan mencukupi kebutuhan air bersih.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved