Opini Publik
Jejak Perbankan Syariah
Bank Syariah adalah salah satu lembaga keuangan syariah modern yang begitu berkembang pada zaman sekarang ini. Aktivitas perbankan syariah bukanlah
Mit Ghamr Bank mencoba menggabungkan gagasan bank tabungan Jerman dengan dasar-dasar perbankan untuk kawasan pedesaan yang operasionalnya berlandaskan pada tuntunan syariah Islam.
Dan dalam hal ini Mit Ghamr Bank berhasil memadukannya dengan menerjemahkan perpaduan tersebut dalam produk-produk yang sesuai untuk daerah pedesaan yang sebagian besar orientasinya adalah industri pertanian.
Keberhasilan Dr. Ahmad el-Najjar mendirikan Mit Ghamr Bank menjadi tindakan inspiratif bagi banyak pihak. Eksperimen (pilot project) dari Dr. Ahmad el-Najjar ini sukses dalam manajemen bank berbasis syariah.
Sistem yang dijalankan tidaklah berbasis bunga (interest), melainkan bagi hasil (profit and loss sharing). Selanjutnya pada tahun 1965, proyek Bank Syariah dilakukan di Pakistan dengan berdirinya Bank Koperasi. Gerakan Bank Syariah mulai hidup dan gencar pada pertengahan tahun 1970-an.
Pengembangan perbankan syariah melalui Internasionalisasi perbankan syariah terealisasi pada Oktober 1975, Islamic Depelopment Bank (IDB) secara resmi didirikan dengan kesepakatan/persetujuan (agreement)yang ditandatangani oleh 22 negara dengan modal awal 2 miliar dinar.
Proses yang cukup panjang dalam pendirian Islamic Depelopment Bank (IDB) atau Bank Pembangunan Islam tidaklah sia-sia. Karena setelah itu menjadi pemicu munculnya lembaga-lembaga keuangan Islam di Mesir, Sudan, negara-negara Teluk, Pakistan, Iran, Malaysia, Bangladesh dan Turki.
Disebutkan oleh Muhammad Syafi’i Antonio, bahwa secara garis besar, lembaga-lembaga keuangan yang berkembang tersebut dapat dimasukkan ke dalam dua kategori. Pertama, Bank Islam Komersial (Islamic Commercial Bank). Kedua, lembaga investasi dalam bentuk International Holding Companies.
Sejumlah bank syariah muncul di beberapa negara pada kurun 1970-an. Di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic Bank (1975), Faisal Islamic Bank of Sudan (1977), Faisal Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979). Dia Asia, Phillipine Amanah Bank didirikan tahun 1973 di Filipina dan di Malaysia tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation atau lembaga tabung haji yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah haji, namun lembaga keuangan syariah ini bukanlah bank, sedangkan bank syariah pertamanya adalah Bank islam Malaysia Berhad (BIMB) yang berdiri pada tahun 1983.
Penyebaran bank syariah bahkan juga sampai ke negara barat, The Islamic Bank International of Denmark tercatat sebagai bank syariah pertama yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah yang mulai beroperasi di tahun 1983 di Denmark.
Di Indonesia sendiri, pendirian bank syariah yang pertama adalah berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tanggal 1 November 1991 dan resmi beroperasi pada tanggal 1 Mei 1992. Maka setelah itu dimulailah periode berdirinya bank-bank syariah lain di Indonesia baik berbentuk Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Unit Usaha Syariah (UUS) maupun Bank Umum Syariah (BUS). Selain itu berkembang pula lembaga keuangan syariah non bank seperti asuransi syariah, pegadaian syariah, koperasi syariah, perusahaan pembiayaan syariah dan pasar modal syariah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bank-kalsel-syariah_20180604_141026.jpg)