Opini Publik

Jejak Perbankan Syariah

Bank Syariah adalah salah satu lembaga keuangan syariah modern yang begitu berkembang pada zaman sekarang ini. Aktivitas perbankan syariah bukanlah

Jejak Perbankan Syariah
Istimewa
Pelayanan di Kantor Bank Kalsel Syariah 

Begitu pula istilah cek (English: check; France: Cheque) yang diambil dari istilah saq (suquq). Suquq dalam bahasa Arab berarti pasar, sedangkan cek adalah alat tukar yang biasa digunakan di pasar.

Penggunaan cek pernah dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Disaat mengimpor sejumlah besar barang dari Mesir ke Madinah, untuk mempercepat distribusi barang-barang tersebut kepada penduduk Madinah, maka Umar mengeluarkan cek untuk penduduk Madinah yang dimaksudkan sebagai pembayaran tunjangan kepada mereka yang berhak. Hingga akhirnya dengan cek tersebut, mereka gunakan untuk mengambil gandum dari Baitul Mal.

Meskipun tidak berbentuk lembaga, tetapi fungsi-fungsi dari bank sudah dijalankan pada masa ini yang dilaksanakan secara personal. Masyarakat di masa ini telah mengaplikasikan kegiatan seperti penitipan harta, pemberian uang (pinjaman dan investasi), dan pengiriman uang yang bersifat individu dengan satu fungsi pada satu individu.

Bank Syariah dan Penyebarannya
Pada tataran bank syariah sebagai lembaga keuangan modern, di tahun 1963 akhirnya berdirilah Bank Islam yaitu Mit Ghamr Lokal Saving Bank. Bank ini berdiri ditepian sungai Nil Desa Mit Ghamr wilayah Mesir. Pendirian Mit Ghamr Bank diprakarsai oleh seorang ekonom Muslim bernama Dr. Ahmad el-Najjar dengan menerima bantuan Raja Faisal dari Arab Saudi dari segi permodalan.

Dalam pendiriannya bank ini tidak secara terang-terangan beridentitaskan Islam, melainkan secara tersamar dikarenakan adanya kekhawatiran terhadap pandangan rezim politik waktu itu yang mungkin akan memandangnya sebagai gerakan fundamentalis.

Mit Ghamr Bank mencoba menggabungkan gagasan bank tabungan Jerman dengan dasar-dasar perbankan untuk kawasan pedesaan yang operasionalnya berlandaskan pada tuntunan syariah Islam.
Dan dalam hal ini Mit Ghamr Bank berhasil memadukannya dengan menerjemahkan perpaduan tersebut dalam produk-produk yang sesuai untuk daerah pedesaan yang sebagian besar orientasinya adalah industri pertanian.

Keberhasilan Dr. Ahmad el-Najjar mendirikan Mit Ghamr Bank menjadi tindakan inspiratif bagi banyak pihak. Eksperimen (pilot project) dari Dr. Ahmad el-Najjar ini sukses dalam manajemen bank berbasis syariah.

Sistem yang dijalankan tidaklah berbasis bunga (interest), melainkan bagi hasil (profit and loss sharing). Selanjutnya pada tahun 1965, proyek Bank Syariah dilakukan di Pakistan dengan berdirinya Bank Koperasi. Gerakan Bank Syariah mulai hidup dan gencar pada pertengahan tahun 1970-an.

Pengembangan perbankan syariah melalui Internasionalisasi perbankan syariah terealisasi pada Oktober 1975, Islamic Depelopment Bank (IDB) secara resmi didirikan dengan kesepakatan/persetujuan (agreement)yang ditandatangani oleh 22 negara dengan modal awal 2 miliar dinar.

Proses yang cukup panjang dalam pendirian Islamic Depelopment Bank (IDB) atau Bank Pembangunan Islam tidaklah sia-sia. Karena setelah itu menjadi pemicu munculnya lembaga-lembaga keuangan Islam di Mesir, Sudan, negara-negara Teluk, Pakistan, Iran, Malaysia, Bangladesh dan Turki.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved