Opini Publik
TKA dan Prestasi Akademik Siswa
Dari TKA ini diharapkan dapat menggambarkan hasil tes terstandar yang mengindikasikan ketercapaian akademik siswa secara objektif
Oleh: Maslani
Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Tanah Laut
BANJARMASINPOST.CO.ID - DALAM beberapa hari ini koran BPost menurunkan berita terkait pelaksanaan TKA (Tes Kemampuan Akademik) seperti pada Selasa (7/4/2026) di halaman 1 dengan judul “Siswa MTsN 1 Tapin Gantian Pakai Komputer”, dan subjudul “Token Listrik MTsN 2 Sempat Habis Saat TKA”, dan “SMPN 20 Loksado Terkendala Sinyal”. Dalam pemberitaannya menyebutkan bahwa Madrasah Tsnawiyah Negeri (MTsN) 1 Tapin mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik bagi siswa kelas IX, Senin (6/4). Pelaksanaan TKA perdana ini dibagi dua gelombang lantaran keterbatasan sarana dan prasarana seperti komputer.
Masih pada berita hari yang sama, koran BPost juga menurunkan berita yang senada di halaman 10 dengan judul “Murid SD Jalani Tryout TKA”. Dalam pemberitaannya menyebutkan sebanyak 21 siswa/i kelas 6 SDN Telaga Biru 5 Banjarmasin mengikuti tryout Tes Kemampuan Akademik, pada Senin (6/4) pukul 08.00 wita. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu persiapan menghadapi ujian TKA resmi yang dijadwalkan berlangsung mulai Rabu (29/4).
Selanjutnya pada Kamis (9/4) dengan judul “SMPN 1 Laksanakan TKA Dua Gelombang” dan subjudul “Sehari Ada Dua Sesi”. Dalam pemberitaannya menyebutkan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga dilaksanakan di Kabupaten Tabalong. SMPN 1 Tanjung di Kecamatan Tanjung menjadi salah satu sekolah yang turut melaksanakan TKA sejak Senin (6/4).
Tes Kemampuan Akademik
Sebagaimana diketahui bahwa selama ini penilaian yang dilaksanakan oleh sekolah ditengarai masih belum sepenuhnya objektif oleh banyak pihak. Hasilnya kurang dipercaya untuk digunakan sebagai pembanding nilai akademik antarsekolah atau bahkan antardaerah untuk proses seleksi masuk sekolah baru yang berdasarkan prestasi akademik siswa. Di tengah kondisi yang demikian inilah TKA yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Menengah hadir sebagai solusi dalam rangka mengukur kemampuan akademik yang dinilai lebih objektif.
Dari TKA ini diharapkan dapat menggambarkan hasil tes terstandar yang mengindikasikan ketercapaian akademik siswa secara objektif dan dapat digunakan sebagai salah satu syarat atau pertimbangan guna mengikuti seleksi penerimaan siswa baru pada jenjang sekolah selanjutnya, atau kegiatan seleksi akademik lainnya. Meski hanya mencakup beberapa mata pelajaran saja. Bagi siswa SD/MI/SMP/MTs/sederajat materi yang diujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan jenjang SMA/MA/SMK/MAK? Sederajat mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan 2 (dua) mata pelajaran pilihan. Patut diketahui pula bahwa TKA bukan mengukur literasi dan numerasi umum, tetapi mengukur kemampuan atau kompetensi mata pelajaran sesuai kurikulum yang berlaku.
Dalam pelaksanaan TKA tersebut diikuti oleh siswa kelas terakhir pada jenjang SD/MI /sederajat, SMP/MTs/ sederajat, SMA/MA/sederajat dan SM/MA dari jalur pendidikan formal, nonformal dan informal. Namun mengikuti TKA ini bersifat sukarela, tidak wajib diikuti oleh siswa. Hanya bagi siswa yang siap, tidak seperti Ujian Nasional (UN) yang wajib diikuti oleh semua siswa kelas terakhir pada setiap jenjang sekolah.
Dalam sistem pendidikan kegiatan penilaian dapat diketagorikan dalam beberapa tujuan atau fungsi, seperti untuk diagnostik, penempatan jurusan, pengukur keberhasilan, dan selektif. Dalam konteks ini, TKA dapat dikategorikan berfungsi untuk seleksi memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
TKA dan Tanggapan Siswa
Kegiatan TKA kini menjadi suatu agenda baru dalam dunia pendidikan di tanah air selain kegiatan AN (Asesmen Nasional), dan UN (Ujian Nasional). Perhatian sekolah, guru, siswa serta orangtuanya yang selama beberapa tahun ini berfokus dan perhatian pada upaya menghadapi AN dan UN, kini bertambah lagi dengan adanya TKA. Faktanya, sekolah sampai melaksanakan kegiatan tryout TKA sebagaimana diberitakan oleh koran BPost di atas. Apakah dengan adanya TKA sampai harus ada tryout-nya? Padahal dari sisi materi pelajaran yang diujikan dalam TKA hanya mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.
Gagasan pemerintah memberlakukan TKA sebagai seleksi untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya mendapat protes dari kalangan siswa itu sendiri, khususnya siswa yang akan memasuki jenjang SMA. Hal tersebut diberitakaan oleh koran BPost pada Sabtu (11/4) pada halaman 6 dengan judul “Pelajar Gelisah TKA Penentu Jalur Prestasi”. Dalam pemberitaannya menyebutkan bahwa sistem yang diterapkan pada ujian tanggal 6-7 April 2026 lalu dinilai tidak adil dan justru menafikkan perjuangan siswa yang telah berdarah-darah mempertahankan nilai rapot selama tiga tahun terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Masliani.jpg)