Berita Banjarbaru

Jelang Idul Adha, Warga Diimbau Mewaspadai Masuknya Antraks

Di antara penyakit yang harus diwasapadai yakni virus antraks, yang biasanya diderita oleh hewan ternak, semisal sapi dan kambing.

Jelang Idul Adha, Warga Diimbau Mewaspadai Masuknya Antraks
istimewa
Ilustrasi-sapi kurban 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tibanya hari raya Idul Adha yang identik dengan hewan kurban, warga diminta berhati hati terkait penyakit hewan yang bisa menular kepada manusia.

Satu di antara penyakit yang harus diwasapadai yakni virus antraks, yang biasanya diderita oleh hewan ternak, semisal sapi dan kambing.

Sekdaprov Kalsel Abdul Haris, saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Pertanian, dengan tema Urgensi dan Persiapan Pembentukan Penetapan Pejabat Otoritas Veteriner di Aula Aberani Sulaiman, menjelaskan  Kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan hewan harus diwasapadai.

"Ya, ada beberapa penyakit yang kita waspadai, salah satu antraks. Karena itu menjaga kesehatan hewan sangat penting, karena kalau tidak sehat penyakitnya akan menular ke manusia," kata Abdul Haris, Selasa (6/8/2019).

Baca: Sempat Disebut Mirip Uya Kuya, Wajah Anak Nikita Mirzani Akhirya Terungkap, Persis Dipo Latief?

Baca: Bermain di Stadion Tuah Pahoe Lawan Kalteng Putra, Pelatih Arema FC Tidak Persoalkan Kabut Asap

Baca: Anak SMP Jangan Coba Naik Motor ke Sekolah Ya, Petugas Akan Tegas Menilang dan Panggil Orang Tua

Baca: Nasib Job Ayu Ting Ting Kini Pasca Tinggalkan Pesbukers, Teman Igun Sampai Diprotes Umi Kalsum

Sekda pun menyerukan kepada pedagang sapi kurban, pilihlah hewan yang benar-benar sehat. Sementara itu, bagi dinas terkait rajin-rajin berikan penyuluhan tentang kesehatan hewan. Baik ke penjual, maupun pembeli.

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, dr Edi Santosa mengatakan hingga saat ini Kalsel sebenarnya bebas dari antraks. Namun, harus diwaspadai penyakit itu bisa saja masuk ke Banua.

"Kita khawatir nantinya Antraks masuk, karena sapi kurban kita ada yang didatangkan dari luar daerah," tandasnya

Apalagi, katanya, daerah penyuplai sapi ke Kalsel merupakan wilayah yang ditemukan wabah antraks tertinggi di Indonesia.

"Secara nasional antraks banyak ditemukan di Sulawesi, sementara pasokan sapi kita banyak dari sana. Karena itu perlu diwaspadai," katanya.

Antraks sendiri merupakan penyakit infeksi yang menular dari hewan ternak. Seseorang dapat terkena penyakit antraks apabila menyentuh atau memakan daging hewan yang terkena antraks. Biasanya, cirinya ialah munculnya banyak benjolan kulit yang dapat terasa gatal.

Kepala Subdit Kelembagaan dan Sumber Daya Kesehatan Hewan, Direktorat Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian RI, Irfansyah Batubara menambahkan guna mencegah masuknya penyakit hewan yang dapat menular ke manusia, diperlukan adanya pejabat veteriner yang bertanggungjawab mengurusi penyakit hewan.

Baca: Tanjung Puri Sepi Pengunjung, Pemkab Tabalong Ingin Kembangkan Seperti Taman Raya Bogor

Baca: Tak Melulu Berpuasa Dzulhijjah, Ini Amalan Jelang Idul Adha 2019 Bagi Wanita Haid

Baca: Breaking News : Laka Maut Di Desa Sungaipinang, Satu Korban Meninggal, Dua Korban Alami Luka-Luka

"Mulai dari belum muncul, saat muncul hingga setelah muncul. Melalui Rakor Bidang Pertanian ini, kita sosialisasikan mengenai keberadaan veteriner ini," runutnya.

Dia menjelaskan, salah satu tugas pokok pejabat veteriner ialah menerbitkan sertifikat lalu lintas produksi hewan antar daerah. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved