Berita Kabupaten Banjar

Terkait Retaknya Tanah di Desa Rantaubakula Diduga Dampak Tambang, Ini Klarifikasi PD Baramarta

Retaknya tanah di Desa Rantaubakula Kecamatan Sungaipinang Kabupaten Banjar, diduga akibat tambang, tidak ada kaitannya dengan PD Baramarta.

Terkait Retaknya Tanah di Desa Rantaubakula Diduga Dampak Tambang, Ini Klarifikasi PD Baramarta
istimewa
RETAK - Beginilah kondisi tanah retak di Desa Rantaubakula, Sungai Pinang Kabupaten Banjar, yang menyebar di media sosial benerapa hari terakhir._wm 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Retaknya tanah di Desa Rantaubakula Kecamatan Sungaipinang Kabupaten Banjar, diduga akibat tambang, tidak ada kaitannya dengan PD Baramarta.

Humas PD Baramarta, Haris melalui release menyampaikan bahwa sistem pertambangan perusahaan plat merah itu bukanlah pertambangan dalam tanah yang disebutkan diduga sebagai penyebab terjadinya retakan tanah, tetapi sistem tambang Baramarta pertambangan luar.

“Sistem pertambangannya saja berbeda dengan perusahaan tambang lainnya yang juga beroperasi di kawasan tersebut. Bahkan informasi yang kami dapat, perusahaan tambang yang dimaksud juga sudah memberikan ganti rugi,” katanya, Rabu (14/8).

Menurutnya, sangat tidak elok jika keretakan tanah di Desa Rantaubakula Kecamatan Sungaipinang dikait-kaitkan dengan PD Baramarta.

Baca: Tanah di Desa Rantaubakula Kabupaten Banjar Retak Diduga Dampak Tambang, Begini Kejadiannya

Bahkan tegas Haris, Camat setempat pun tidak menyatakan penyebab keretakan akibat perusahaan tambang Baramarta.

“Hendaknya berhati-hati dalam memberitakan, dan hendaknya sesuai fakta serta turun ke lokasi,” tambahnya.

Haris menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan di Banjarmasinpost.co.id dengan judul ............................

Foto dan video tanah retak itu yang sudah menyebar di sosial media sejak beberapa hari lalu. Adalah pemilik akun berinisial FR di Facebook dengan durasi sekitar 30 detik pada Sabtu (10/08/2019).

Retakan tanah juga merambat hingga di bawah rumah salah satu warga setempat. Disebutkan, tanah retak atau disebut subsiden itu akibat tambang sistem bawah tanah yang beroperasi di Desa Rantaubakula. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved