Berita Kalteng

NEWSVIDEO : Ini Tips Cara Membedakan Akar Bajakah Beracun Dan Tidak Beracun

Demam akar bajakah tengah melanda Kalteng. Hutan di Kelurahan Mentaya Seberang pun jadi incaran pencari Bajakah

Tayang:
Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Demam akar bajakah yang tumbuh dilahan gambut Kalimantan Tengah, yang disebut-sebut bisa membunuh sel kanker dan tumor merambah hingga ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Hutan di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah , dalam beberapa hari ini banyak di datangi warga untuk berburu akar bajakah yang digunakan untuk pengobatan tersebut.

Pantauan di Kelurahan Mentaya Seberang, Sampit, Minggu (1/8/2019) lalulintas warga yang naik Kapal Feri Penyeberangan , rata-rata membawa batang akar Bajakah yang diambil dari dalam hutan Mentaya Seberang. Ada juga yang membeli serbuk akar tersebut untuk obat.

Beberapa warga Mentaya Seberang, mengatakan, di kampungnya mulai banyak orang luar yang datang untuk mencari akan yang disebut berkhasiat mematikan sel kanker dan tumor ganas tersebut.

Baca: Gelar Razia Produk Kosmetik di Pasar Tanjung, BPOM HSU Temukan Cat Kuku Tanpa Izin Edar

Baca: Bak Suami-Istri, Foto Ayu Ting Ting & Ivan Gunawan di Ranjang Disorot Hingga Iis Dahlia Respons Ini

Baca: Dapatkan Santunan Legiun Veteran HST Rp 1 Juta, Begini Reaksi Antamas

Baca: Klasemen Liga 1 2019 Usai Hasil Madura United vs Bali United 0-1 & Persija vs Kalteng Putra 3-0

"Memang banyak yang datang mencari akar bajakah tersebut, ada yang bawa banyak ada juga sedikit," ujar Udin.

Sementara itu, Tokoh Mentaya Seberang Sampit, Khaitami alias Mang Atai, yang selama ini dikenal sebagai ahli membuat kerajinan sopuvenir dari bahan kayu, mengatakan, diapun juga menjual akar tersebut namun dalam jumlah kecil saja dan dibuat dalam bentuk serbuk yang dibungkus dijual Rp150 ribuan satu bungkus.

Atau yang telah lama mengetahui jenis akar Bajakah tersebut mengimbau kepada pencari batang akar bajakah, agar memilih akar bajakah yang bukan jenis tuba, karena beracun, selama ini akar tersebut serbuknya dipakai nelayan atau pencari ikan untuk mencari ikan di sungai.

"Pilihlah jenis yang bukan akar bajakah tuba, ciri akar beracun tersebut antara lain, kulit akar lengket dibatang akar, ketika dikerik kulitnya menggunakan pisau agak susah karena lengket, sedangkan bajakah untuk obat sangat mudah di kerik kulit akarnya, karena seperti rapuh," ujarnya.

Baca: Bantu Stok Darah PMI, Fave Hotel Gelar Donor Darah

Baca: Baznas Kalsel Siapkan Bantuan Korban Kebakaran di Cendrawasih, Begini Besarnya

Baca: Lagi Tren Hotel Virtual Operator, Airy Rooms dan RedDoorz Mampu Tingkatkan Okupansi Hotel

Dia mengatakan, bentuk kulit akar bajakah untuk obat guratannya lebih jelas, sedangkan jenis tuba atau beracun lebih halus.

"Secara umum sebenarnya batang akar bajakah relatif sama, namun hanya bisa dibedakan sedikit saja dari daun, bentuk kulit akar dan jenis kulit akarnya, saya imbau hati-hati membeli, belilah pada yang tahu saja jenis akan tersebut," ujarnya. (banjarmasinpost co.id / faturahman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved