BPost Cetak

Lagi, KPK Periksa Mantan Bupati HST

Mantan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif kembali menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (28/8/2019)

Lagi, KPK Periksa Mantan Bupati HST
KOMPAS.com
Mantan Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif usai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/1/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Dengan mengenakan kemeja abu-abu lengan panjang tanpa kerah, mantan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif kembali menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (28/8).

Dua hari sebelumnya, terpidana kasus suap proyek pembangunan ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Damanhuri Barabai ini juga menjalani pemeriksaan di sana.

Kali ini Latif diperiksa sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kasus sebelumnya.

Latif tampak berkumis dan berjanggut. Usai menjalani pemeriksaan, dia keluar dari gedung dengan pengawalan petugas KPK.

Baca: PON 2022 Yudhis Tetap Wakili DKI, Berharap Pembinaan Atlet Kalsel ditingkatkan

Baca: Gubernur Isran Noor Sebut Spekulan Lahan Ibu Kota Gantung Diri

Baca: Tutupi Defisit Rp 32 Triliun, Pemerintah Rencanakan Naikan Iuran BPJS 100 Persen

Baca: Bentrok di Deiyai Papua, Massa Rampas 10 Senjata Api TNI dan Polisi, 1 Prajurit Gugur, 2 Warga Tewas

Latif yang memegang segulungan dokumen berjalan menuju mobil tahanan yang kemudian membawanya ke lembaga pemasyarakatan.

Latif dihukum tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta pada 2 Januiar 2019.

Putusan majelis hakim PT lebih berat ketimbang putusan Pengadilan Tipikor Jakarta, yang menjatuhkan vonis enam tahun penjara dan denda Rp 300 juta.

Dia dinyatakan terbukti menerima suap Rp 3,6 miliar terkait pembangunan ruang perawatan di RSUD Damanhuri. Dia ditangkap KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan pada Januari 2018.

Baca: Aktor Aquaman dan Anjingnya Terkurung 2 Jam dan Kelaparan, Jason Momoa Gagal Bobol Atap Lift

Baca: Kelompok Si Gila Cs Serang dan Bakar Klub Penari Telanjang di Meksiko, 25 Orang Tewas

Baca: Sedikitnya 500 Pegawai Tolak Irjen Firli Jadi Pimpinan KPK, Siagian : Ini Pesan kepada Pansel

Suap diberikan PT Menara Agung Pusaka, milik Donny, agar memenangi lelang proyek pembangunan ruang perawatan RSUD Damanhuri.

Hukuman terhadap Latif diperberat oleh Mahkamah Agung. Latif diwajibkan membayar uang pengganti Rp 1,8 miliar.

Saat ini, KPK menyidik lagi Abdul Latif dengan mengenakan pasal pencucian uang. Penyidikan ini masih berlangsung. (ant/dtc)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved