Fikrah
Amalan–amalan Kekal dan Shahih
Sudah menjadi karakter manusia mencintai dunia, Zuyyina linnaasi hubbusy-syahawaati minan-nisaa’i wal-baniina wal-qanaathiiril-muqantharati
Oleh: KH Husin Naparin
BANJARMASINPOST.CO.ID - Sudah menjadi karakter manusia mencintai dunia, Zuyyina linnaasi hubbusy-syahawaati minan-nisaa’i wal-baniina wal-qanaathiiril-muqantharati minazdahabi wal--fidhdhati wal-khailil-musawwamati wal-an’aami wal-harsti, dzaalika mata’ul-hayaatid-dun-ya, wallahu ‘indahu husnul-ma’aab, Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS,3/14). Tidak salah, wabtagi fiimaa aataakallaahud-daaral-aakhirata, wa laa tansa nashiibaka minad-dun-ya..., Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia...(QS.28 /77).
Tapi ingat, al-maalu wal-banuuna ziinatul-hayaatiddun-ya, wal-baaqiyaatush-shalihaati khairun ‘inda rabbika tsawaaban wakhairun amalaa, Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS.18/46).
Kehidupan dunia, kamaa’in anzalnaahu minassamaa’i, fakhtalatha bihi nabaatul-ardhi fa ashbaha hasyiiman tadzruuhur-riyaah, seperti air yang diturunkan Allah dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan angin. (QS18/45), karenanya beramal saleh lebih baik dari semata-mata menumpuk dunia.
Al-Baqiyatush-shaliha adalah tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan hauqalah. (HR Ahmad). Dalam perjalanan mikraj Nabi SAW bertemu Nabi Ibrahim a.s, di langit ke tujuh. Nabi Ibrahim berkata : ”Ya Muhammad, Iqra ummataka minniyas-salam, wa akhbirhum annal-jannata thayyibatut-turbah, adzbatul-maa, wagiraasuha subhanallaah, wal-hamdulillaah, walaa ilaaha illallaahu, wallaahu akbar, walaa hawla walaa quwwata illaa billaahil-‘aliyyii-azhiim, wahai Muhammad, sampaikan salamku kepada umatmu, informasikan kepada mereka bahwa surga itu tanahnya subur, airnya sejuk, dan tanam-tanamannya adalah subhanallaah, wal-hamdulillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar walaa hawla walaa quwwata illaa billaahil-aliyyil-azhiim. Lima kalimat inilah yang dikerjakan oleh alam semesta, ringan di lidah, berat timbangannya dan sangat disukai oleh Tuhan Yang Maha Penyayang. Ini adalah ungkapan-ungkapan terhormat bernilai tinggi di sisi Allah.
Tasbih adalah Ibaratun ‘an tanazzuhihi ta’ala ‘an kulli maa laa yaliiqu bihi, tasbih adalah ungkapan pengakuan akan ke Maha Sucian Allah dari segala yang tidak layak bagi-Nya. (Arrazi, At-Tafsir Al-Kabir, juz 37/hal.34). Tusabbihu lahus-samaawaatu wal-ardhu wa waman fiihinna, wa in min syai’in illaa yusabbihu bihamdihi wa laakin laa tafqahuuna tasbiihahum... langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah, dan tidak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka,,,(QS.17/44). Nabi Sulaiman AS mendengar tasbih seseorang dibawa angin ke telinganya, “subhanallah qad uutiya sulaimanu mulkan azhiima, Maha Suci Allah, kepada Sulaiman telah diberikan kerajaan yang besar sekali.” Mendengar hal itu, iapun meminta angin agar membawanya menemui orang itu, ternyata ia seorang anak gembala di balik gunung. Beliau mengucapkan salam dan berkata, “Wahai anak gembala, apakah anda yang bertasbih dan menyebutkan kerajaanku.” Betul, jawabnya. Nabi Sulaiman bertanya lagi “Apakah anda mengenal Nabi Sulaiman?” Ia menjawab, “tidak.” Nabi Sulaiman pun berkata “Wahai anak gembala, tasbih yang anda ucapkan itu kekal di sisi Allah sebagai perbendahraan amalmu, sedang kerajaanku tidaklah kekal kapan saja Allah bisa mencabutnya,”
Tahmid adalah puji-pujian kepada Allah, kasih.(Almunawwir hal.317). Nabi SAW bersabda “afdhalud-do’a alhamdulillah, Doa yang paling utama adalah tahmid alhamddulillah.” Ungkapan tahmid “alhamdulillah” terdiri dari delapan huruf, sedangkan surga memiliki delapan pintu, barang siapa yang mengucapkannya keluar dari lubuk jiwa yang dalam, ia berhak mendapatkan surga yang memiliki delapan pintu itu. (At-Tafsir Al-Kabir, Arrazi, juz I/hal.220). Tahmid meliputi aktivitas kehidupan kita dari bangun tidur, berpakaian, keluar dari kamar kecil, sesudah makan, sesudah bersin, bercermin, menutup doa dan lain-lain.
Tahlil adalah kalimat laa ilaaha illallah. Nabi SAW bersabda, “afdhaluzd-dzikri la ilaaha illallaah, ungkapan dzikir yang paling utama adalah laa ilaaha illallaah.”(HR. Ibnu Majah dan lain-lain). Mu’adz Rasulullah SAW bersabda kepada Muadz bin Jabal, bahwa amal yang paling disukai Allah ialah“an tamuuta wa lisaanuka rathbidzikrillah, engkau meninggal dalam keadaan lidahmu basah berdzikir menyebut nama Allah.” (HR.Tabrani, Ibnu Hibban dan Albazzar).
Takbir Allahu Akbar adalah pengakuan akan kebesaran Allah SWT; dikumandang dalam azan, diucapkan mengawali salat dan dalam takbir intiqal (pindah dari satu rukun ke rukun berikutnya). Dikumandangkan di dua hari raya, Idulfitri dan Idulaadha. Dalam takbir tersirat pernyataan kekerdilan diri sang hamba. Allah SWT senang akan pengakuan itu.
Hawqalah : laa haula walaa quwwata illa billahil-aliyyil-adhiiim; adalah pengakuan bahwa semua aktivitas amal tidak akan terlaksana tanpa daya dan kekuatan dari Allah. (*)