Berita Kotabaru

Api Mengamuk di Kawasan Lapangan Tembak Megasari Kotabaru, Lahan Terbakar Capai 10 Ha

Api mengamuk di dua lokasi di kotabaru di kawasan Lapangan Tembak Megasari Kecamatan Pulau Laut Tengah dan Kecamatan Pulau Laut Timur

Api Mengamuk di Kawasan Lapangan Tembak Megasari Kotabaru, Lahan Terbakar Capai 10 Ha
istimewa
Kebakaran di Lapangan Tembak Megasari 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) menjadi perhatian khusus di wilayah Kalimantan Selatan tak terkecuali di Kabupaten Kotabaru.

Satgas pencegahan Karhutla pun sudah lama dibentuk dan sudah mendirikan posko di hampir tiap kecamatan. Namun kebakaran lahan dan hutan masih saja terjadi di hampir tiap kecamatan di Kotabaru.

Minggu (1/9/19) kemarin misalnya, karhutla terjadi di dua lokasi sekaligus. Kebakaran lahan terjadi pada di sekitar Lapangan Tembak Megasari di Kecamatan Pulau Laut Tengah. Selain itu juga ada di wilayah kecamatan Pulau Laut Timur.

Petugas pemadam kebakaran yang terdiri dari masyarakat, TNI, Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru sempat kesusahan. Namun berkat kerjasama tim, api yang mengamuk akhirnya bisa dipadamkan.

Baca: Dinas Pariwisata Batola Kembangkan Susur Sungai Barito Sambil Lihat Stockpile Batu Bara dan Keramba

Baca: Ikuti Perkuliahan Tamu dari Malaysia, Mahasiswa UMB Diajak Jadi Entreprener

Baca: Kondisi Pilu Merry di Kampung Halaman, Asisten Raffi Ahmad & Nagita Slavina Dorong Gerobak demi Air

Baca: Sempat Mangkrak, Pembangunan Jembatan Penyebrangan Batulicin Kotabaru Mulai Jelas

Di wilayah Kecamatan Pulau Laut Timur mengalami kebakaran namun bisa cepat dikuasai sehingga luasan lahan yang terbakar bisa diminimalkan.

Sementara di Pulau Laut Tengah ada sekitar 10 hektare lahan yang terbakar.

Hal ini dibenarkan Sekretaris BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya, Senin (2/9/2019).

Dia mengatakan untuk dikawasan lapangan Tembak Megasari Kecamatan Pulau Laut Tengah, ada sekitar 10 ha yang terbakar.

" Kebakaran kemarin malam itu cukup luas, jadi petugas sempat kesulitan karena api terus membesar hingga akhirnya bisa dikuasai petugas meski perlu waktu, " katanya.

Dia pun mengharapkan agar masyarakat Kotabaru tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab banyak dampak yang dirasakan terutama bahaya kebakaran rumah hingga bahaya bagi pernafasan.

" Tak hentinya, kami selalu mengimbau agar masyarakat tak membakar lahan. Karena pelakunya bisa dipidana, " ucapnya.

Sementara itu, Dandim 1004 Kotabaru Letkol Inf Rony Fitriyanto, menjelaskan saat ini telah menyebarkan anggotanya dan sudah ada pos-pos untuk pencegahan karhutla. Kemarin dirinya juga tidak membantah adanya kebakaran lahan didua lokasi.

"Ada 10 pos. Kami sudah membagi anggota dan tiap pos 15 orang. Itu ada dari anggota Kodim atau Yonif 623, Polres, BPBD dan masyarakat, " katanya.

Baca: Meski Orderan Fiktif, Pengendara Ojol Terima Bayaran non Tunai

Baca: Serahkan Dua Unit Ambulans, Bupati HSS Minta Puskesmas ‎Tak Kaku Soal Standar Operasionalnya

Baca: Ancaman Lepas Perawan Rame-rame Diterima Inul Daratista dari Sang Produser di Awal Karier

Terkait kebakaran yang terjadi di wilayah Pulau Laut Timur, kebetulan tidak ada pos. Sebab melihat keadaan sebelumnya yang hampir tidak ada kebakaran di wilayah tersebut. Namun ini akan dievaluasi lagi untuk kedepannya dan terus berkoordinasi untuk langkah pencegahan.

"Tapi kita bersyukur, angka karhutla di Kotabaru terbilang sedikit dibandingkan kabupaten lain. Kalau dibandingjan dengan Banjarmasin dan Banjarbaru serta daerah lain, cukup tinggi. Jadi kita berharap bisa meminimalisir lah, " katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved