Berita Tabalong
Ruangan Terbatas, Beberapa Poli Pelayanan di Puskesmas Kelua Terpaksa Digabung
Relokasi puskesmas Kelua sangat mendesak. Saat ini,sejumlah poli pelayanan terpaksa digabung satu ruangan
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Relokasi Puskesmas Kelua sangat diharapkan karena lokasi yang sudah tidak memungkinkan untuk melakukan penambahan ruangan. Sedangkan untuk memaksimalkan pelayanan, perluasan dan penambahan ruangan baru harus dilakukan.
Tidak heran, jika rencana pemindahan Puskesmas Kelua ke Desa Takulak Baco disambut baik oleh pihak Puskesmas.
Kepala Puskesmas Kelua dr Ony Erawati mengatakan relokasi nanti diharapkan adanya penambahan ruangan dan dibangun sesuai dengan Permenkes 75.
Penambahan ruangan pelayanan juga perlu dilakukan karena saat ini satu ruangan masih digunakan untuk beberapa pelayanan.
Baca: RSUD Ratu Zalecha Kurang Dokter Spesialis, Pasien Terpaksa Dirujuk ke Banjarmasin
Baca: NEWSVIDEO : Kemeriahan Festival Nanas Mekarsari 2019, Warga Sampai Berebut
Baca: Rayakan 10 Muharam 1441 H, MAN 3 Banjarmasin Gelar Lomba Masak Bubur Asyura
Baca: Miliki Sejarah Ekonomi Syariah yang Besar, Banjarmasin didapuk Menjadi Tuan Rumah Fesyar-KTI 2019
Misalnya ruang Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) yang saat ini bergabjng dengan pelayanan gizi.
"Pelayanan poli jiwa saat ini juga bergabung dengan poli umum, serta belum memiliki ruang TB, hal ini menyulitkan Puskesmas untuk menggolongkan area infeksius dan non infeksius," ujarnya.
Dengan pembangunan Puskesmas Kelua diharapkan dapat meningkatkan pelayanan, dr Ony menambahkan fasilitas yang perlu ditambah yaitu ruang jenazah yang saat ini masih belum tersedia.
"Jika ada pasie yang meninggal sementara ini diletakkan di UGD, dan jika disaat yang bersamaan terdapat pasien akan mengganggu baik secara fisik maupun mental pasien," ujarnya.
Keberadaan kamar jenazah juga sangat dibutuhkan. Pembangunan IPAL juga perlu diperbaiki dan disesuaikan dengan Permenkes No 75.
"Untuk pemasangan pintu, ventilasi udara dan pencahayaan akan disesuaikan, ruang bersalin juga akan dibangun lebih luas dan tidak sempit seperti sekarang," ujarnya.
Puskesmas Kelua memiliki pelayanan untuk program kesehatan Jiwa. Fasilitas pelayanan ini dimanfaatkan dengan maksimal bagi warga Kelua dan kecamatan lain. Karena tidak semua Puskesmas dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan kesehatan Jiwa.
Petugas program kesehatan jiwa Saadatul Jannah mengatakan pelayanan poli jiwa dilakukan satu bulan sekali. Dan memerlukan ruangan yang lebih luad dibandjng yang sekarang.
Dalam setiap kunjungan bisa menerima pasien hingga 60 orang, poli jiwa dibuka setiap hari Selasa yaitu oleh dr Sofian.
"Kebanyakan pasien skizofernia atau kesulitan membedakan mana yang nyata dan yang khayalan," ujarnya.
Pasien yang ditangani saat ini 85 hingga 160 orang, yang merupakan pasien baru dan ulangan. Meskipun hanya seminggu sekali seluruh pasien tetap ditangani dan diperhatikan obat obatan yang dikonsumsinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/puskesmas-keluar-direncanakan-direlokasi.jpg)