Berita Banjarbaru

Kuliah Umum Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Ekonomi Digital di Pondok Pesantren Darul Hijrah

Untuk kuliah umum disampaikan Rosmaya Hadi, anggota dewan Gubernur BI. Peran pesantren dalam pengembangan eksyar.

Kuliah Umum Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Ekonomi Digital di Pondok Pesantren Darul Hijrah
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah KH Zarkasyi Hasbi LC bersama Rosmaya Hadi, anggota Dewan Gubernur BI 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kuliah umum bertemakan Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Ekonomi Digital diselenggarakan di Pondok Pesantren Darul Hijrah, Cindaialus, Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (12/9). Mngundang seluruh pondok pesantren yang ada di Kalimantan Selatan, sekitar 90 pesantren.

Hadir pimpinan Pondok Darul Hijrah KH Zarkasyi Hasbi LC yang juga menyampaikan materi pemberdayaan pondok pesantren dalam kemandirian ekonomi. Juga hadir Bimas Islam Kemenag RI H Ahmad Juraidi. Kanwil Kemenag Kalsel H Noor Fahmi.

Untuk kuliah umum disampaikan Rosmaya Hadi, anggota dewan Gubernur BI. Peran pesantren dalam pengembangan eksyar

" Saya surprise, terharu, tiba di ponpes. Senang sekali dan sangat apresiasi sambutan yang diberikan warga Ponpes Darul Hijrah," kata Rosmaya.

Baca: 36 Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten di Tapin Dibekali Materi Lingkungan

Pada paparannya, Rosmaya menerangkan memberikan motivasi kepada para santri dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui jalur ekonomi digital.

Dengan adanya seminar ini para Santri dapat memanfaatkan teknologi digital yang ada untuk dapat melakukan kegiatan ekonomi yang bertumbuh. " Dan di Ponpes ini sudah modern," kata dia.

Penggunaan teknologi digital tersebut juga dapat dijadikan sarana promosi kepada pembeli yang tidak lagi terbatas jarak. Pemanfaatan pembayaran melalui berbagai pilihan metode pembayaran online pastinya akan menjadi pilihan dalam pembelian jarak jauh.

Dalam konteks pesantren, pembayaran dapat dilakukan menggunakan Bank – Bank Syariah yang telah menyediakan kemudahan tersebut. Pastinya, hal ini untuk menjaga transaksi digital yang dilakukan pesantren tetap bernafaskan syariah.

Baca: Gerbang Perbatasan di Km 18 Banjarbaru - Kabupaten Banjar Direncanakan Tetap Dibangun Tahun Ini

Penerapan QRIS di Kalimantan Selatan merupakan salah satu pengukuhan bahwa Kalimantan Selatan telah siap menyongsong era digital economy sebagai salah satu sumber pertumbuhannya. QRIS dapat diterapkan di lokasi – lokasi usaha pesantren sebagai sarana untuk mempermudah pembayaran masyarakat.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved