Berita Kalsel

Hadapi Bencana Asap Karhutla dan Kekeringan, Kemenag Kalsel Bentuk Satgas Doa, Ini Perannya

Menghadapi bencana kabut asap akibat karhutla dan kekeringan, Kemenag Kalsel membentuk Satgas Doa

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Dari Satgas Karhutla BPBD Kalsel untuk BPost
Kebakaran lahan di Kalsel semakin parah. Hari ini saja, terekam sebanyak 166 hotspot 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menghadapi musim kemarau yang cukup ekstrem hingga menyebabkan kebakaran lahan yang berdampak terhadap bencana kabut asap umat Islam dianjurkan untuk melakukan ritual salat minta hujan.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan membentuk langkah langkah strategis menangani masalah pengendalian musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam hal ini dibentuklah satgas doa.

Dimana salah satu dari hal yang dikerjakannya ialah menghimbau kepada Kanwil setiap provinsi agar bekerjasama dengan alim ulama dan tokoh masyarakat untuk melakukan sholat istisqo pada setiap madrasah yang terkena dampak dari karhutla.

Satgas Doa juga berperan aktif dalam menggalakan Salat Sunnah Minta Hujan.

Baca: Usai Salat Jumat, Bupati dan MUI Imbau Jamaah Seluruh Masjid di HSS Salat Hajat Minta Hujan

Baca: Guru ini Mulai Risau Tapaki Jalan Martapuralama, Begini Penyebabnya

Baca: Kabut Asap Semakin Parah, BPBD Minta Hujan Buatan Atasi Karhutla di Kalsel

Baca: Ini Empat Nama Anggota Dewan yang Akan Isi Unsur Pimpinan Dewan Kalsel 5 Tahun Kedepan

Sekretaris Satgas Doa Karhutla Kalsel dari Kantor Kemenag Kalsel, Suryan Nahdi, mengatakan pembentukan Satgas doa sebagai upaya Kemenag ikut membantu menjauhkan bala bencana kebakaran lahan di Kalsel.

"Kemampuan manusia di dunia ini memiliki batas. Terus kami harus serahkan kepada Tuhan yang Maha Esa" ujarnya.

Satgas doa sendiri tidak turun langsung ikut memadamkan api, namun lebih untuk menginstruksikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan, para penyuluh agama dan jabatan fungsional lainnya untuk dapat memberikan pengarahan terkait karhutla di madrasah, tempat ibadah dan sejenisnya pada daerah terdampak.

"Jangan lupa kita berdoa, juga melaksanakan shalat sunnah minta hujan,"

Khususnya di setiap wilayah dengan potensi tinggi terjadi karhutla.

Menurut Suryan, Satgas doa berfokus pada lima wilayah dengan kerawanan tinggi terjadi Karhutla, seperti, Kabupaten Tanah Laut, Banjar, Tapin, Barito Kuala, dan Kota Banjarbaru. Pihaknya sedang difokuskan untuk melaksanakan doa dan ibadah tersebut.

"Di setiap kecamatan rata-rata ada delapan hingga sepuluh orang ini yang kami minta di majelis taklim untuk berdoa melakukan hal-hal yang di luar batas kemampuan kita," paparnya.

Suryan mengingatkan, untuk jangan lupa berdoa dan pasrahkan diri kepada Tuhan karena melihat kondisi Kalsel saat ini bercuaca sangat panas yang diprediksi sampai November mendatang oleh karenanya jaga daya tahan tubuh.

"Jaga ketahanan tubuh dari cuaca yang sangat panas ini dan lakukan usaha, dengan sholat Sunnah minta hujan" lanjutnya.

Untuk diketahui pada 28 Agustus lalu telah terbit surat edaran Kakanwil Kemenag Provinsi Kalsel tentang tindaklanjut surat edaran Kementrian Agama RI mengenai langkah langkah strategis Kementrian agama dalam menangani masalah pengendalian karhutla.

Sementara Kepala Kantor Wilayah (Ka.Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel H. Noor Fahmi, menjelaskan bahwa ketika pertemuan dengan Kepala Kanwil Kemenang se Kalsel sudah disampaikan secara lisan untuk bisa memasukkan materi bahaya kebakaran hutan dan lahan itu melalui khutbah jumat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved