Berita Tapin

Kedua Kalinya, Petani Cabai Desa Hiyung Digegerkan Kebakaran Lahan

Petani cabai rawit Hiyung di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) digegerkan musibah kebakaran

Kedua Kalinya, Petani Cabai Desa Hiyung Digegerkan Kebakaran Lahan
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kebakaran lahan menimpa perkebunan cabai warga di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalsel, Sabtu (14_9_2019) 2 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Petani cabai rawit Hiyung di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) digegerkan musibah kebakaran lahan, Sabtu (14/9/2019).

Belum diketahui jumlah kerugian yang diderita warga petani cabai dalam peristiwa kebakaran lahan yang merembet ke areal perkebunan cabai mereka.

Bantuan regu pemadam dari Desa Pematang Karangan Hilir turut berpartisipasi memadamkan kobaran api yang mendekati kawasan perkebunan cabai rawit Hiyung yang tersisa.

Begitu juga regu pemadam kebakaran lahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapin bolak-balik membantu warga petani cabai Desa Hiyung.

Baca: Saling Beri Kode Luna Maya dan Faisal Nasimuddin, Mantan Reino Barack Tuliskan I Love You

Baca: Imbalan Youtuber pada Bebby Fey Buat Sang DJ Kirim Foto Tanpa Busana, Uya Kuya Heran

Baca: Drama Syahrini dan Reino Barack Saat Tangan Kakak Aisyahrani Tertusuk Serpihan Kayu

Baca: Cara Aurel Hermansyah Hadapi Haters Tuai Pujian, Balasan Putri Sambung Ashanty

Peristiwa itu kali kedua dialami petani cabai rawit di Desa Hiyung.

Itu setelah musibah kebakaran serupa melanda perkebunan cabai rawit Hiyung pada Jumat (13/9/2019) sekitar pukul 16.00 Wita.

Sekretaris Desa Hiyung, Junaidi memberi aba-aba pada anggita kelompok tani peduli api agar berusaha memadamkan kobaran api yang mendekati kebun dan melakukan pembasahan di sekitar kebun.

Junaidi mengaku hasil pendataan akibat musibah kebakaran Jumat sore hingga malam sekitar pukul 23.00 Wita, sekitar 10 hektare lahan pertanian cabai rawit Hiyung yang terbakar.

"Saya sendiri sekitar 1000 pohon cabai rawit Hiyung yang terbakar, kemudian milik mertua dan milik ipar turut terbakar, totalnya sekitar dua hektare," katanya.

Penyebab kebakaran lahan itu, sudah diketahui sejak pukul 09.00 Wita.

Asap hitam itu berada jauh sekitar 1 kilometer dari kawasan perkebunan cabai rawit Hiyung.

"Kami memiliki keterbatasan alat selang yang panjang sehingga kebakaran lahan itu tidak dapat kami padamkan.

Rupanya angin yang kencang membuat api menuju arah perkebunan cabai dan melintasi kanal air selebar dua meter," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved