Eksploitasi Loksado

Berkunjung ke Balai Malaris, Loksado HSS, Sekalian ke Air Terjun Riam Barajang dan Riam Hanai

Salah satu tempat yang menarik dikunjungi adalah Balai Adat Malaris. Letaknya di Desa Luk Lahung, Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalsel.

Penulis: Hanani | Editor: Elpianur Achmad
IG @pesona.loksado
Air terjun Riam Hanai di Desa Lok Lahung Kecamatan Loksado HSS, salah satu daya tarik wisata alam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Banyaknya tempat menarik untuk dikunjungi, membuat Loksado menjadi surge wisaya alam dan wisata budaya.

Salah satu tempat yang menarik dikunjungi adalah Balai Adat Malaris. Letaknya di Desa Luk Lahung, Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalsel. Ada bonus, jika berkunjung ke sana.

Bonus tersebut, bisa sekaligus mengujungi air terjun Riam Barajang dan Riam Hanai. Dayar, warga Kandangan yang pernah mengunjungi Balai Malaris mengungkapkan, medan yang dilalui ke tiga tempat tersebut cukup bagus meski hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

“Setelah melewati pos Informasi bambu rafting, kita jala lurus saja menyusiri perkampungan dan ladang penduduk, hingga sampai di Balai Malaris”kata Dayat.

Balai Malaris merupakan balai adat suku Dayak Meratus dengan panjang balai mencapai 45 meter dan disebut-sebut balai terpanjang dimiliki suku Dayak yang tinggal di kawasan Loksado.

Baca: Air Terjun Haratai Loksado, Kabupaten HSS, Lebih Cantik Dikunjungi Pada Musim Hujan

Baca: Bukit Langara, Loksado, HSS, Menantang Bebatuan Runcing Nan Tajam demi Pemandangan Asri Meratus

Baca: Bukit Palawan Halinjuangan, Kabupaten HSS, Melihat View Pegunungan Meratus dari Rakit Bambu

Dulunaya balai merupakan tempat tinggal beberapa keluarga. Namun terjadi perubahan budaya, dimana rumah balai menjadi tempat pertemuan keluaraga dan pelaksanaan rituan aruh adat. Tiap tahun, diaksanakan setidaknya tiga kali aruh adat, yaitu menyambut musim tanam, musim panen dan syukuran panen.

Warga suku Dayak Loksado terkenal ramah dan terbuka dalam menerima pengujung. Setelah mengunjungi balai Malaris bisa melajutkan ke riam Barajang setelah melewati jembatangantung.

Satu-satunya petunjuk adalah sebuah papan nama sederhana yang menunjukkan objek wisata tersebut. Ketinggian air terjun tersebut lebih rendah ketimbang Air terjun Haratai.

Namun, debut airnya lumayan besar, sehingga dari kejauhan terdengar bunyi gemuruh cukup jelas, Di bawahnya, membentuk sebuah kolam dikelilingi bebatuan, sehingga sering dijadikan tempat berenang. Berkunjung ke sama, tak perlu mengeluarkan uang karena tak ada loket pemungutan biaya masuk.

Tak jauah dari air terjun Riam Barajang, terdapat air terjun Riam Hanai. Cukup berjakan kaki melewati jalan setapak menerabas rimba belantara. Hanya perlu waktu beberapa menit, sudah sampai Riam Hanai dengan view hiasan bebatuan besar dan kecil. Diujung sungai, sudah terlihar air terjun Riam Hanai, yang bikin jiwa damai. (banjarmasinpost.co.id/hanani)   

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved