Tajuk

Bersiap Jadi Abdi Negara

Memasuki akhir 2019, peluang yang ditunggu-tunggu ribuan lulusan perguruan tinggi akhirnya datang. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara

Bersiap Jadi Abdi Negara
Didik Suhartono
Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Surabaya di Gelanggang Remaja, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/10/2018). Sebanyak 3.425 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2018 yang ujiannya dilakukan secara bertahap. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Memasuki akhir 2019, peluang yang ditunggu-tunggu ribuan lulusan perguruan tinggi akhirnya datang. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memastikan pendaftaran CPNS 2019 dimulai minggu keempat Oktober ini.

Jumlahnya hampir sama dengan 2018. Total kuota CPNS 2019 mencapai 197.111 orang. Untuk CPNS pemerintah pusat 37.854 orang dan CPNS pemerintah daerah 159.257 orang.

Jaminan pensiun, peluang karier, strata sosial yang mentereng, dan berbagai alasan lain membuat CPNS menjadi salah satu cita-cita idaman. Menjadi PNS merupakan jaminan masa depan.

Tahun lalu Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Kepegawaian Nasionakl (BPN) dan juga Kemenpan RB, dipusingkan banyaknya protes mengenai standar nilai ambang batas (passing grade). Banyaknya peserta tak lulus di tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), karena tingginya nilai passing grade tes CPNS 2018, bahkan mendorong munculnya petisi di situs www.change.org yang ditandatangani 14 ribu akun. Sejumlah kebijakan dan aturan pun dibuat kemudian sebagai solusi.

Agar pelaksanaan seleksi tahun ini tidak terganggu, ada baiknya disimulasikan dan mencoba mengevaluasi dari pelaksanan tahun lalu. Harapannya seleksi bisa lebih efektif dan lancar.

Kemudian yang tak kalah penting, yaitu kemampuan keuangan pemerintah. Memang, semua sudah dalam perhitungan Kemetenterian Keuangan. Tapi masyarakat juga perlu tahu, bahwa belanja pegawai dalam RAPBN 2020 dialokasikan mencapai Rp 416,6 triliun, naik dibanding APBN 2019 sebesar Rp 381,56 triliun. Padahal di 2020 tidak ada rancangan kenaikan gaji.

Dengan tingginya anggaran tersebut, ini terkait dengan persoalan berikutnya, yaitu kinerja. Pemerintah sudah menyusun standar penggajian yang lebih baik, yaitu dengan pemberian tunjangan kinerja dengan angka cukup besar. Harapannya, nantinya mereka yang berhasil masuk seleksi bisa benar-benar memenuhi standar kinerja yang diharapkan dan target yang harus dicapai, agar uang yang begitu banyak dipakai untuk menggaji mereka benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Kerja berpedoman kinerja menjadi standar baru bagi PNS, bahwa makin baik kinerjanya maka makin tinggi pula penghasilannya. Ini berbeda dengan beberapa tahun silam yang sering membuat PNS cenderung bekerja di bawah standar, karena baik yang rajin maupun yang malas mendapat penghasilan yang sama.

Jadi saat masuk, mereka pun sudah sadar akan kinerja yang diharapkan, bukan semata bisa duduk santai menjadi PNS. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved