Berita HSS

Gowes Tour De Loksado 2019, Peserta Bakal Dihadang Tanjakan Ajung Tabalik

Gowes Tour De Loksado 2019 akal menghadapi tanjakan ekstrim. Bahkan peserta nanti akan dihadang tanjakan paling ekstrem, yaitu Ajung Tabalik”.

Gowes Tour De Loksado 2019, Peserta Bakal Dihadang Tanjakan Ajung Tabalik
Dari Diskominfo HSS untuk BPost
Para goweser saat beraksi di salah satu event di Kandangan beberapa waktu lalu. 

BANJARAMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Gowes Tour De Loksado  2019, yang digelar Dinas Pariwisata Kalsel bekerjasama dengan Banjarmasin Post dan Dinas Pariwisata Hulu Sungai Selatan yang digelar 19-20 Oktober 2019, disambut positif Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) HSS, Sakiro.

Sakiro yang juga panitia GTDL 2019 dari HSS,  menyatakan kegiatan tersebut bakal menjadi motivasi bagi atlet daerah, di HSS maupun di Kalsel pada umumnya.

 “Selama ini yang banyak di HSS komunitas sepeda gunung atau mountain bike (MTB) . Untuk atlet Bike Racing (sepeda balap)  masih kurang,”katanya.

Disebutkan di HSS ada sekitar 22 komunitas sepeda gunung, yang aktif mengikuti berbagai kegiatan di daerah maupun luar daerah.

Baca: Akhirnya Duduk di Bangku Cadangan Barito Putera, Rajiv Bersyukur dan Bersabar Tunggu Debut di Liga 1

Baca: Aksi Pepet Raffi Ahmad pada Angela Lee Disorot Saat Suami Nagita Digosipkan Asisten Nia Ramadhani

Baca: NEWSVIDEO : Ribuan Ikan Milik Petani Jaring Apung Di Banua Anyar Mati

Baca: Status Tersangka Bupati Ansharudin Tak Hentikan Penjaringan Calon Kepala Daerah di Partai Golkar

Diharapkan, jika nantinya GTDL menjadi event tahunan di Loksado makin banyak yang meminati sepeda balap.

Untuk GTDL 2019 sendiri, ISSI HSS mengikutsertakan empat atlet balap sepedanya. Mereka siap meramaikan event nasional tersebut, dengan dibekali pengalaman beberapa kali gowes ke Loksado.

Menurut Sakiro, jalan menuju Loksado memiliki banyak tanjakan ekstrem. Bahkan peserta nanti akan dihadang tanjakan paling ekstrem, yaitu Ajung Tabalik”.

  “Itu tanjakan paling tinggi setelah memasuki Muara Hatib,”katanya.  

 Menurutnya, dinamakan Ajung Tabalik, karena ada cerita dimana warga suku dayak Meratus Loksado yang lewat di sana berjalan kaki membawa lanjung (bakul besar khas warga setempat yang ditaruh di punggung) sering terbalik, saking tingginya mendaki.

Namun, Sakiro yakin para peserta yang mengikuti event itu nanti sudah punya pengalaman menaklukkan tanjakan tinggi.

 Bagi peserta yang belum berpengalaman, diapun memberikan tips, agar sebelum menaiki tanjakan tersebut menyiapkan gigi sepeda, agar lebih ringan.

“Memindah giginya dari bawah sebelum naik tanjakan. Sebab, kalau tidak tahu teknisnya, biasanya bisa mengalami putus tali rantai,”katanya.

Baca: Dua Minggu Dilantik, Ini Aturan Baru DPRD Tanahlaut

Baca: PLN Suplai Listrik 1.100 KVA untuk RSUD Ratu Zalecha Martapura

Baca: Jelang Martapura FC vs PSIM Yogyakarta, Laskar Sultan Adam All Out di Laga Hidup Mati

Dijelaskan, untuk goweser darai HSS sudah terbiasa melewati Ajung Tabalik.   

 Diakui, di HSS masih jarang sekali dilaksanakan event sepeda balap. Yang selama ini sering dilaksanakan adalah  MTB  di jalan tanah atau berbatu.

“Kami berharap adanya event ini selain memasyarakatkan olahraga bersepeda, juga menjadi ajang promosi wisata di HSS, baik wisata alam Loksado, mauapun wisata kuliner lainnya di HSS,”pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved