Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO : Ribuan Ikan Milik Petani Jaring Apung Di Banua Anyar Mati

Kematian ikan massal membuat petani ikan jala apung di Banjarmasin mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Petani ikan jala apung di Kelurahan Banua Anyar Kecamatan Banjarmasin Timur Kalsel saat ini dilanda kerugian yang cukup signifikan.

Berkisar dari di bawah Rp 10 juta hingga di atas Rp 50 juta, berbagai harapan pun tidak lepas mereka gantungkan kepada pemerintah atas kejadian tersebut.

Azmi misalnya, mengaku sangat berharap atas kejadian itu pemerintah pun bisa memberikannya bantuan berupa bibit ikan. Hal itu bertujuan agar saat masa kritis lewat, pihaknya pun bisa memulai lagi usaha jala apungnya itu.

" Iya, kalau ada bantuan berupa bibit ikan, kami sangat berharap dan senang. Tapi kalau memang tidak ada, ya apa boleh buat. Mungkin alakadarnya," ungkap pria benama lengkap M Azmi.

Baca: Status Tersangka Bupati Ansharudin Tak Hentikan Penjaringan Calon Kepala Daerah di Partai Golkar

Baca: Kabar Ahok Alias BTP Jadi Dewan Pengawas KPK Berhembus Saat Menanti Kelahiran Anak dari Puput

Baca: Mindernya Ayah Ayu Ting Ting, Abdul Rozak Saat Mantan Istri Enji Masuk Daftar Tercantik Dunia

Baca: Pasca Rehabilitasi, Mantan Pengguna Narkoba Diajak Belajar Cara Bertanam Tanaman Hidroponik

Pria paruh baya itu mengatakan sebetulnya memang sempat memprediksi masa kritis tersebut. Karena hampir setiap memasuki kemarau, ada masanya yang nanti membuat sejumlah ikan mati massal.

Namun niatnya ingin mengangkat ikan pada masa panen tadi terlambat. Itu menyusul kata Azmi sejumlah pembeli yang biasa mengangkut ikannya tak kunjung datang.

" Iya, karena kebetulan mereka masih banyak mengambil ikan di daerah Mali-mali Karang Intan. Sedangkan di sini, pembelinya masih kurang. Makanya pas ingin menjual, ikan justru terlanjur mati massal," ceritanya.

Baca: Jelang Martapura FC vs PSIM Yogyakarta, Laskar Sultan Adam All Out di Laga Hidup Mati

Baca: Dana Tak Kunjung Cair, Rehab Bedah Rumah di Kotabaru Tersendat

Baca: BERLANGSUNG Live Streaming BWF Kejuaraan Dunia Junior 2019, Bobby Setiabudi Main

Azmi sendiri mengaku pasca kematian massal ikan di jala apung yang menimpa petambak Banua Anyar beberapa hari tadi berkisar 400 kilogram saja dari 12 jala apung yang dimilikinya.

Meskipun demikian, jumlah tersebut tetap terasa berat baginya karena sepanjang pembesaran telah mengeluarkan biaya yang cukup besar. (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved