Berita Banjarmasin

UMP Kalsel 2020 Naik, SPSI Kalsel Justru Pendam Kekecewaan, Ini Penyebabnya

UMP Kalsel 2020 telah diputuskan naik. Meski berterimakasih, KSPSI Kalsel memendam kekecewaan.

UMP Kalsel 2020 Naik, SPSI Kalsel Justru Pendam Kekecewaan, Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Ketua KSPSI Sadin Sasau 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel menyikapi SK Gubernur Sahbirin Noor nomer : 188.44/0868/KUM/ 2019, bahwa UMP Kalsel tahun 2020 telah di tetapkan sebesar Rp. 2.887.488,59,-.

“Kita berterimakasih UMP Kalsel sudah naik. Tapi terus terang kita memendam kekecewaan,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel Sadin Sasau. Jumat (1/11/19).

Menurut Sadin, hanya bisa pasrah dengan keputusan pemerintah pusat melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.

“Idealnya kenaikan UMP itu 15 sampai 20 persen bukan di bawah 20 persen. Tapi, kita menerima keputusan kenaikan UMP Kalsel pada 1 Januari 2020,” kata Sadin.

Baca: Tangani Kemanusiaan dan Bencana, Markas PMI Balangan Diresmikan

Baca: UMP Kalsel 2020 Naik Segini, Ini Tanggapan Kepala BPS Kalsel

Baca: Pengedar Uang Palsu Resahkan Warga di HSS, Modusnya Berbelanja di Warung

Baca: Bahas UMK Batola 2020, Pemkab Batola Segera Gelar Rapat Dengan Dewan Pengupahan

Menurut Sadin, dengan keberadaan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan Kalsel menjadi gigi ompong. Nah, SPSI Kalsel boleh garang terhadap kebijakan pemerintah, tapi bukan di provinsi ini.

Kalau mau garang terhadap kebijakan itu di pemerintah pusat karena memang regulasinya di pemerintah pusat.

“Kami siap kirim utusan ke pemerintah pusat atau istana untuk menyikapi PP Nomor 78 Tahun 2015. Kalau di Kalsel paling kita sekadar menyampaikan ke bapak-bapak DPRD, DPRD Kalsel,” katanya.

Menurutnya, jika melihat kebijakan kenaikan UMP itu pada 2001 itu mencapai 20 persen. Nah, saat ini kenaikan UMP itu tak sampai 10 persen. SPSI Kalsel itu pada dasarnya kecewa, tapi menerima karena sudah dirapatkan di dewan pengupahan. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved